Rabu, 22 April 2026

Ambon Hari Ini

Buang Jaring di Teluk Ambon, La Saru: Labe Banya Dapa Sampah Daripada Ikang

Seperti yang dirasakan La Saru, tahun ini genap dirinya berumur setengah abad.

Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/Novanda Halirat
SAMPAH - Tampak sampah di pesisir pantai Kota Jawa, Kecamataan Teluk Ambon, Sabtu (21/2/2026) 

Ringkasan Berita:
  • Hasil tangkapan nelayan di Teluk Ambon menurun.
  • Sampah disebut jadi salah satu faktor penyebab.
  • Kerap sampah ikut terjaring dan merusak alat tangkap nelayan.

TRIBUNAMBON.COM - Hasil tangkapan nelayan di perairan Teluk Ambon kian menurun.

Tak hanya faktor cuaca, sampah disebut juga jadi penyebab.

Seperti yang dirasakan La Saru, tahun ini genap dirinya berumur setengah abad.

Separuh dari hidupnya, dia habiskan di lautan.

Baginya, keberuntungan itu soal lain, butuh perhitungan pasti; bulan, cuaca hingga pasang surut.

Namun kini, sampah jadi persoalan yang kerap dihadapi saat melepas jaring ingsang.

Sampah plastik mengapung sering tersangkut hingga menyebabkan robek.

Alhasil, ikan mudah lepas dari jerat jaring.

Nelayan DLHP
NELAYAN - La Saru menunjukan hasil tangkapan ikan. Hasil tangkapan semakin berkurang karena perairan Teluk Ambon penuh sampah.

Baca juga: Sampah Kembali Menumpuk di Selokan Depan Gedung Pasar Mardika Ambon 

Kondisi makin buruk kala musim penghujan; lumpur dan sampah masuk ke laut melalui mulut sungai, kemudian mengapung berserakan.

Tak jarang, sampah lebih banyak terjerat ketimbang jumlah ikan hasil tangkapan.

“Saat musim hujan, sampah lebih banyak dari tangkapan,” ujarnya saat diwawancarai TribunAmbon.com di pesisir Pantai Kota Jawa, Kecamatan Teluk Ambon, Sabtu (21/2/2026).

Jumlah tangkapan berdampak ekonomis

La Saru mengaku, rerata pendapatan dari hasil jual tangkapan sebesar Rp. 100 ribu, paling banyak Rp 300 ribu dan paling sedikit hanya beberapa ekor buat konsumsi keluarga.

Sekalipun beruntung, tak bakal lebih dari Rp. 300 ribu, lantaran sampah merusak ekosistem dan membuat ikan-ikan menjauh dari area tangkapan biasa.

Dia pun memilih untuk menjadi buruh bangunan untuk tetap mengepul asap di dapur.

Sumber: Tribun Ambon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved