Hilirisasi Sagu
Diseminasi Studi Kelayakan, Pemkab SBT Matangkan Program Hilirisasi Sagu
diseminasi studi kelayakan ini bertujuan agar hasil kajian dapat dipahami secara bersama dan dijadikan rujukan dalam pengambilan kebijakan daerah.
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Ode Alfin Risanto
Ringkasan Berita:
- Pemkab SBT mendorong pengembangan komoditas unggulan melalui program hilirisasi sagu, ditandai dengan diseminasi studi kelayakan di Bula.
- Diskoperindag SBT menegaskan hasil studi akan menjadi dasar perumusan kebijakan, penguatan koperasi dan UMKM.
- Pemerintah daerah menilai hilirisasi sagu sebagai langkah strategis meningkatkan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan memperkuat ketahanan pangan.
Laporan Wartawan Tribunambon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) terus mendorong pengembangan komoditas unggulan daerah melalui program hilirisasi sagu.
Upaya tersebut ditandai dengan pelaksanaan Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT yang digelar di Surya Hotel Bula, Senin (12/1/2026).
Baca juga: Respon Blokade Jalan di Arbes, Pemkot Bersihkan Sampah dan Perbaiki Lampu
Baca juga: Peringati Bulan K3 Nasional 2026, PLN UIW MMU Perketat Penerapan Budaya K3 di Seluruh Unit
Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Lutfi Rumata menegaskan bahwa diseminasi studi kelayakan ini bertujuan agar hasil kajian dapat dipahami secara bersama dan dijadikan rujukan dalam pengambilan kebijakan daerah.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap hasil studi yang telah disusun dapat menjadi dasar dalam merancang program dan kegiatan nyata yang dapat diimplementasikan secara bertahap dan berkelanjutan di SBT,” ujarnya.
Ia menambahkan, dinas yang dipimpinnya berkomitmen mendorong penguatan kelembagaan koperasi dan UMKM berbasis sagu.
Pihaknya juga emfasilitasi peningkatan kapasitas bagi pelaku usaha, serta mengembangkan industri pengolahan sagu yang berdaya saing.
Selain itu juga membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk olahan sagu asal SBT.
“Keberhasilan program hilirisasi sagu ini tentu membutuhkan kolaborasi dan sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, lembaga keuangan, serta masyarakat sebagai pelaku utama,” bebernya.
Sementara itu, Bupati SBT dalam sambutannya yang dibacakan Asisten II Setda SBT, Abu Saleh Salampessy menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, diseminasi studi kelayakan merupakan langkah penting dalam mendorong pengembangan sagu secara berkelanjutan dan bernilai tambah.
“Sagu merupakan komoditas unggulan dan pangan lokal strategis di Kabupaten Seram Bagian Timur. Potensi lahan sagu yang luas, didukung kearifan lokal masyarakat, merupakan modal besar dalam mewujudkan ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Namun demikian, ia mengakui selama ini pengelolaan sagu masih didominasi produksi primer dengan nilai tambah yang relatif rendah.
Karena itu, program hilirisasi sagu dinilai sebagai langkah strategis untuk mengubah pola pengelolaan agar tidak hanya menghasilkan bahan baku.
Tetapi juga produk olahan bernilai ekonomi tinggi dan mampu membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal.(*)
| Masuk Tahap Akhir, SBT Tunggu Pemutakhiran Data Bappenas untuk Lokus Hilirisasi Sagu |
|
|---|
| Hilirisasi Sagu di SBT Dinilai Layak, Tim Peneliti Ungkap Tantangan SDM hingga Tata Kelola |
|
|---|
| Abdul Azis Yanlua Usul Sagu Tumbuh dan Bagea Dipatenkan sebagai Produk Khas Daerah SBT |
|
|---|
| Sagu Harus Jadi Identitas SBT, Bupati Fachri: Hilirisasi Tidak Akan Pernah Mati |
|
|---|
| Sudah Lebih 400 Tahun, Sagu Maluku Diekspor dari Pulau Geser ke China |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Sgau-lagi.jpg)