Hilirisasi Sagu
Hilirisasi Sagu Jadi Andalan SBT, Bupati Fachri: Ini Bukan Ide Dadakan
Fachri menjelaskan, hilirisasi sagu sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat yang menitikberatkan pada ketahanan pangan berbasis potensi lokal.
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Mesya Marasabessy
Ringkasan Berita:
- Bupati Kabupaten SBT, Fachri Husni Alkatiri, menegaskan bahwa program hilirisasi sagu yang kini diperjuangkan pihaknya merupakan gagasan yang telah dirancang secara matang.
- Menurutnya, ide tersebut bukan muncul secara tiba-tiba, melainkan melalui proses panjang, termasuk diskusi bersama para ahli hingga dimasukkan kedalam dokumen RPJMD.
- Fachri menjelaskan, hilirisasi sagu sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat yang menitikberatkan pada ketahanan pangan berbasis potensi lokal.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Bupati Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Fachri Husni Alkatiri, menegaskan bahwa program hilirisasi sagu yang kini diperjuangkan pihaknya merupakan gagasan yang telah dirancang secara matang.
Menurutnya, ide tersebut bukan muncul secara tiba-tiba, melainkan melalui proses panjang, termasuk diskusi bersama para ahli hingga dimasukkan kedalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Ini bukan ide yang tiba-tiba. Sudah dibahas bersama tim penyusun dan para pakar, dan hampir semuanya memberikan dukungan positif,” ujarnya Sabtu (11/4/2026).
Fachri menjelaskan, hilirisasi sagu sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat yang menitikberatkan pada ketahanan pangan berbasis potensi lokal.
Ia menilai, sagu merupakan komoditas strategis Maluku yang memiliki akar budaya kuat sekaligus potensi ekonomi besar.
Dari sisi sumber daya, SBT disebut memiliki keunggulan dominan.
Dari sekitar 36 ribu hektare hutan sagu di Maluku, sebanyak 35 ribu hektare berada di wilayah SBT.
Selain itu, produksi sagu Maluku yang merupakan terbesar ketiga di Indonesia, sekitar 97 persen berasal dari daerah tersebut.
“Artinya kita punya mayoritas mutlak, baik dari sisi lahan maupun produksi. Jadi wajar kalau sagu harus jadi perhatian utama,” tegasnya.
Baca juga: Masuk Tahap Akhir, SBT Tunggu Pemutakhiran Data Bappenas untuk Lokus Hilirisasi Sagu
Baca juga: Harga Sayur Hijau di Pasar Mardika Kota Ambon Stabil, Rp. 5 ribu per Ikat
Ia juga menyinggung penetapan hilirisasi sagu sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) oleh Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, kebijakan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah pusat memiliki perhatian serius terhadap pengembangan sagu sebagai komoditas unggulan nasional.
“Kalau kita tidak ambil peluang ini, kita akan kehilangan momentum besar,” katanya.
Fachri menambahkan, hilirisasi sagu bukan hanya bertujuan meningkatkan nilai tambah, tetapi juga menjaga keberlanjutan komoditas tersebut agar tetap lestari di Maluku.
“Kita tidak ingin sagu hanya jadi cerita di buku anak-anak kita,” tutupnya.(*)
| Masuk Tahap Akhir, SBT Tunggu Pemutakhiran Data Bappenas untuk Lokus Hilirisasi Sagu |
|
|---|
| Hilirisasi Sagu di SBT Dinilai Layak, Tim Peneliti Ungkap Tantangan SDM hingga Tata Kelola |
|
|---|
| Diseminasi Studi Kelayakan, Pemkab SBT Matangkan Program Hilirisasi Sagu |
|
|---|
| Abdul Azis Yanlua Usul Sagu Tumbuh dan Bagea Dipatenkan sebagai Produk Khas Daerah SBT |
|
|---|
| Sagu Harus Jadi Identitas SBT, Bupati Fachri: Hilirisasi Tidak Akan Pernah Mati |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Fachri-HH.jpg)