Kamis, 23 April 2026

Ambon Hari Ini

Koalisi Garda NKRI Ambon Tuntut Kejati Soal Dugaan Mafia BBM Subsidi di SPBU Lateri

Aksi ini untuk menuntut Kejaksaan periksa kasus penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Lateri.

Penulis: Novanda Halirat | Editor: Mesya Marasabessy
TribunAmbon.com/ Novanda Halirat/Novanda Halirat
AKSI DEMONSTRASI- Potret para masa aksi dari koalisi Garda NKRI sedang orasi didepan kantor Kejati Maluku, Senin (8/12/2025). 

Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Novanda Halirat 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Koalisi Garda NKRI Kota Ambon aksi demonstrasi di depan kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku, Senin (8/12/2025). 

Aksi ini untuk menuntut Kejaksaan periksa kasus penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Lateri. 

Pantuan TribunAmbon.com, masa aksi orasi secara bergantian di depan kantor Kejati Maluku

Terdengar salah seorang masa aksi berorasi mengatakan untuk membentuk tim investigasi dan memeriksa petugas di SPBU Lateri. 

"Secara hukum harus periksa pertugas di SPBU Lateri, ada mafia BBM yang sedang bermain," ujar salah seorang masa aksi. 

Baca juga: Diduga Sakit, Warga Tasikmalaya Ditemukan Tewas di Penginapan Mulia Ambon

Baca juga: LSM Koalisi Merah Putih Seruduk Kantor BWS Maluku Tuntut Transparansi Pembangunan 3 Irigasi

Koordinator lapangan (Korlap), Mujahidin Buano, mengatakan bahwa menindaklanjuti keresahan masyarakat terkait kelangkaan BBM subsidi di SPBU Lateri. 

Dikatakannya keresahan ini mencuat saat masyarakat harus mengantri BBM subsidi jenis pertalite selama berjam-jam di SPBU. 

"Karna ada beberapa keresahan masyarakat salah satunya beta juga terlibat dalam antrean itu dan sampai sore hari," ujarnya kepada TribunAmbon.com.

Selain itu, dirinya menduga terdapat penyeludupan BBM jenis pertalite dari SPBU Lateri ke daerah lain, sehingga pemasokan tidak mencukupi untuk masyarakat. 

"Dugaan kuat mengatakan bahwa ada penjualan yang melebihi kapasitas sehingga masyarakat tidak mendapatkan pasokan seharusnya didapatkan begitu sedikit disini (SPBU Lateri)," tungkasnya. 

Menurut Buano, diduga ada keterlibatan wakil bupati Maluku Tengah, Mario Lawalata sebagai pemilik SPBU Lateri. 

Diduga Lawalata melakukan penyeludupan sebuah kendaraan bermuatan 600 liter pertalite secara ilegal ke saparua di jual kepada penadah diduga bernama Emus Lawalata. 

"Mencuat sampai di situ karna, pertama pemilik SPBU Lateri itu adalah pak Mario Lawalata wakil bupati Maluku Tengah dan dugaannya penadah tersebut adalah anaknya yaitu Emus Lawalata" pungkasnya.

Menyikapi aksi demonstrasi, pihak kejaksaan tinggi Maluku memanggil para masa aksi dan melakukan audiensi bersama. 

Sumber: Tribun Ambon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved