Sabtu, 11 April 2026

Ambon Hari Ini

Kuliah Umum Densus 88 di Unidar Ambon, Eks HTI Peringatkan Bahaya Intoleransi di Kampus

Kegiatan ini merupakan upaya penguatan benteng ideologi di lingkungan kampus dengan menghadirkan narasumber, Dr. Rida Hesti Ratnasari.

Sumber: Humas Polda Maluku
EDUKASI IDEOLOGI - Satgaswil Maluku Densus 88 Antiteror Polri gelar kuliah umum bertajuk “Urgensi Pencegahan Penyebaran Paham IRET dalam Gerakan Ideologis di Lingkungan Kampus” di Universitas Darussalam (Unidar) Ambon, Kamis (16/10/2025). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Upaya penguatan benteng ideologi di lingkungan kampus kembali digencarkan. 

Satgaswil Maluku Densus 88 Antiteror Polri menggelar kuliah umum bertajuk “Urgensi Pencegahan Penyebaran Paham IRET dalam Gerakan Ideologis di Lingkungan Kampus” di Universitas Darussalam (Unidar) Ambon, Kamis (16/10/2025).

Kegiatan ini merupakan upaya penguatan benteng ideologi di lingkungan kampus dengan menghadirkan narasumber, Dr. Rida Hesti Ratnasari, mantan petinggi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Baca juga: Aksi Begal Terjadi di Dekat Kebun Tebu Desa Dawang SBT, Mobil Angkutan Dihadang 4 Motor

Baca juga: ‎Jadi Mitra Intelektual Pemda, PGRI Maluku Tengah Diharapkan Jadi Organisasi Profesi yang Solid

Kuliah umum ini dihadiri oleh lebih dari 200 civitas akademika, termasuk Rektor Dr. M. Riyadh Ulupatty dan Ketua Yayasan Unidar sekaligus Ketua MUI Maluku, Prof. Dr. Abdullah Latuapo.

Hal ini menjadi penanda kerja sama antara Densus 88 AT Polri dan Unidar Ambon.

Tujuanya berfokus meningkatkan literasi dan kesadaran ideologis sebagai langkah pencegahan dini (preventive strike) terhadap penyebaran ideologi radikal.

Rektor Unidar Ambon, Dr. M. Riyadh Ulupatty, menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi ini, menyebutnya sebagai langkah strategis dalam menangkal paham intoleran dan radikal di pendidikan tinggi.

“Kuliah umum ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat semangat kebangsaan civitas akademika Universitas Darussalam Ambon,” ujar Rektor Riyadh.

Rektor juga menegaskan komitmen Unidar untuk aktif mendukung upaya deradikalisasi melalui riset dan pendidikan.

Serta mendorong mahasiswa menjadi agen perdamaian di tengah dinamika sosial-keagamaan yang kian kompleks.

Dalam pemaparannya, Dr. Rida Hesti Ratnasari, yang kini fokus sebagai konsultan dan pemerhati isu kebangsaan, membedah secara rinci bagaimana radikalisme lahir dan bermetamorfosis menjadi terorisme.

“Terorisme adalah proses. Ia bermula dari penyimpangan pemikiran berupa intoleransi, berkembang menjadi radikalisme dalam sikap, dan akhirnya bermuara pada tindakan teror,” ungkap Rida.

Ia secara terbuka mengungkapkan strategi gerakan ideologis seperti HT, yang memiliki agenda inqilabiyah atau revolusi ideologis untuk membangun Khilafah, sebuah konsep yang jelas bertentangan dengan fondasi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Rida menekankan bahwa kampus memiliki peran sentral sebagai garis pertahanan pertama. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved