Ambon Hari Ini
Berawal Debat Diskusi, Sastrawan Maluku Rudi Fofid Diduga Aniaya Peserta
Sastrawan asal Maluku, Rudi Fofid yang akrab disapa Opa Rudi, diduga melakukan penganiayaan terhadap salah satu peserta, Soleman Pelu.
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Mesya Marasabessy
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Suasana Pesta Literasi Indonesia yang digelar di Red Brick Cafe dan Resto, bertempat di jalan Christina Marta Tiahahu, Karpan, Kota Ambon, Maluku, pada Sabtu (20/9/2025) sore, sempat memanas.
Sastrawan asal Maluku, Rudi Fofid yang akrab disapa Opa Rudi, diduga melakukan penganiayaan terhadap salah satu peserta, Soleman Pelu alias ‘SP’.
Menurut keterangan Soleman, kepada TribunAmbon.com, kejadian bermula dari sesi tanya jawab saat acara berlangsung sekitar pukul 17.00 WIT.
Setelah diberikan kesempatan bertanya, Soleman menyampaikan maksudnya.
Usai kegiatan, kemudian langsung ditanggapi oleh Opa Rudi. Suasana berubah menjadi adu argumen.
Baca juga: Penarikan Kabel Laut Ruas Ambon–Fakfak Terhambat Arus, Jadwal Downtime Layanan Mundur
“Kronologinya itu pas waktu pemantik baru selesai presentasi, lalu dibuka sesi tanya jawab. Saat itu beta (saya) langsung angkat tangan. Tapi Antua (Opa Rudi) langsung bilang beta, kalau bisa langsung pertanyaannya jangan banyak bicara. Lalu setelah selesai kegiatan, Antua putar-putar beta terus dengan bahasa beta bertanya tu. Antua bilang kalau itu bukan beta bertanya, itu beta bicara banyak. Saat itu beta berdebat dengan Antua. Dan seolah apa yang beta bicara tu antua seperti tidak mau menerima argumen itu. Dan apa yang Antua bicara seakan-akan betul begitu,” tutur Soleman.
“Posisi saat itu Antua bukan sebagai pemantik atau moderator. Hanya datang sebagai partisipan biasanya,” tegasnya.
Lebih lanjut, saat itu salah satu peserta kemudian mencoba menenangkan suasana dengan memberi kode agar Soleman menghentikan perdebatan, mengingat Opa Rudi diduga dalam keadaan mabuk.
“Antua saat itu dalam kondisi dipengaruhi alkohol,” kata Soleman.
Baca juga: Lagi Masa Aksi Kembali Demo di Markas Brimob Kota Bula Minta 11 Oknum Polisi Ditindak Tegas
Perdebatan itu pun sempat redam dan Soleman duduk tenang.
Namun, tak lama kemudian, Opa Rudi melempar kotak Tisu ke arah Soleman hingga mengenai keningnya.
Tidak sampai disitu, Opa Rudi juga diduga memukul kepala Soleman.
Akibat perbuatan itu, Soleman mengalami luka di bagian kening dan bengkak di kepala.
“Saat itu Beta tunduk kepala, dan langsung Antua lempar dengan tempat tisu langsung kenal samping kepala, kening, langsung berdarah. Saat itu Antua badiri langsung pukul lai. Tapi saat itu pukul beta pele dengan tangan. Saat itu Antua jua tarik-tarik beta baju,” tutupnya.
Soleman merasa miris dengan tindakan tersebut, dan menegaskan akan terus ditindaklanjuti sebagaimana mestinya.
“Katong (kita) boleh beda pendapat, boleh adu argumen, tapi kalau dengan cara lempar dan pukul itu kan kriminal. Katong padahal menganggap Antua sebagai Katong orang tua dan panutan, kok Antua kasih cara begitu buat Katong,” kesalnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Ilustrasi-kekerasan-x.jpg)