Orang nomor satu Maluku, juga menyoroti persoalan klasik pembangunan yang selama ini dihadapi, yakni perbedaan data antar lembaga yang berdampak pada perencanaan dan penganggaran yang kurang optimal.
Melalui peluncuran ini, Gubernur berharap program kemitraan ini terus ditingkatkan untuk mewujudkan tata kelola data hingga replikasi Portal Lawamena Satu Data sampai ke tingkat kabupaten/kota di Maluku.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Minister Counsellor Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia Tim Stapleton, Direktur DP2D sekaligus Direktur Eksekutif Sekretariat Satu Data Indonesia Tingkat Pusat Bappenas RI Dini Maghfirra.
Selanjutnya Wakil Gubernur Maluku, Forkopimda Provinsi Maluku, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Kepala Pusdatin Kemendagri Dr. Ahmad Sudarto, Direktur Integrasi Data Kependudukan Nasional Ditjen Dukcapil Kemendagri Dr. Handayani Ningrum, Direktur Implementasi SKALA Theodore Weohau, unsur Kementerian Keuangan RI, pimpinan OPD lingkup Provinsi Maluku, kepala daerah kabupaten/kota se-Maluku, pimpinan perguruan tinggi, BUMN/BUMD, pimpinan lembaga vertikal. (*)