Ambon Hari Ini
Pasar Rakyat Ambon Terbengkalai, Akses Sulit dan Minim Peminat Jadi Biang Kerok
Sejumlah pasar rakyat di Ambon belum berfungsi optimal akibat lokasi jauh, akses transportasi terbatas, serta minim pedagang dan pembeli.
Penulis: Novanda Halirat | Editor: Ode Alfin Risanto
Ringkasan Berita:
- Sejumlah pasar rakyat di Ambon belum berfungsi optimal akibat lokasi jauh, akses transportasi terbatas, serta minim pedagang dan pembeli.
- Masyarakat cenderung memilih pasar lain seperti Mardika dan Batu Merah karena biaya transportasi lebih murah.
- Disperindag mendorong pemanfaatan pasar lewat koordinasi dengan pemerintah wilayah dan sosialisasi kepada masyarakat.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat
AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ambon, Herman Tetelepta, mengungkap sejumlah kendala yang menyebabkan aktivitas pasar rakyat di beberapa wilayah belum berjalan optimal.
Ia menjelaskan, hasil monitoring menunjukkan masih ada pasar yang belum dapat difungsikan.
Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti lokasi yang jauh, akses transportasi yang terbatas, serta minimnya jumlah pedagang dan pembeli.
Baca juga: 44 Penumpang KM Putra Crrish Selamat Usai Kapal Kandas di Perairan Benjina - Kabupaten Aru
Baca juga: Dilindas Truk TNI, Pangdam Mayjen Putranto Tak Pernah Jenguk, Hanya Beri Santunan Rp10 Juta
Salah satu contohnya adalah Pasar Air Low. Meski telah dibangun, pasar tersebut belum memiliki aktivitas jual beli.
Menurut Herman, masyarakat lebih memilih berbelanja ke Pasar Mardika atau Batu Merah karena biaya transportasi yang lebih terjangkau, yakni sekitar Rp.5 ribu.
Sementara menuju Pasar Air Low membutuhkan biaya hingga Rp.15 ribu.
“Dari sisi efisiensi biaya transportasi, masyarakat tentu memilih lokasi yang lebih murah meskipun jaraknya lebih jauh,” ujarnya saat ditemui di Balai Kota Ambon, Rabu (15/4/2026).
Selain itu, rendahnya minat pedagang juga menjadi kendala serius.
Meskipun pemerintah telah membuka peluang, jumlah pedagang yang bersedia menempati pasar tersebut masih sangat terbatas.
Kondisi serupa juga terjadi di Pasar Wainitu yang belum difungsikan karena tidak memiliki akses jalan langsung, melainkan harus melalui kawasan perumahan warga.
Sementara di Pasar Nania, aktivitas belum berjalan karena tidak ada pedagang yang berjualan di lokasi tersebut.
Terkait transportasi, Herman menegaskan bahwa keberadaan angkutan umum sangat bergantung pada aktivitas pasar.
Jika pasar mulai ramai, maka layanan transportasi akan mengikuti.
Ia berharap pemerintah wilayah turut aktif menyosialisasikan pemanfaatan pasar kepada masyarakat, baik sebagai pedagang maupun pembeli, agar pasar-pasar tersebut dapat segera difungsikan secara optimal.(*)
| Diduga Depresi Usai Ditegur Soal Asusila dan Ancaman Dipolisikan, Pria 67 Tahun Lompat dari JMP |
|
|---|
| Lompat dari Jembatan Merah Putih Ambon, Pria 67 Tahun Ditemukan Tewas |
|
|---|
| Seleksi Sekda Ambon, Apries Tawarkan 9 Inovasi Kinerja dan Usung Konsep KAPITAN |
|
|---|
| Masuk Agenda 2026, Jembatan Speedboat Mardika–Wayame Segera Dibangun Ulang |
|
|---|
| Sampah Menggunung di Parkiran Mardika, Kadis DLHP: Kami Hanya Angkut, Bukan Bersihkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Pasar-rakyat-amq.jpg)