Sabtu, 13 Juni 2026

BPJS Ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Universitas Tadulako Perkuat Tridarma dan Literasi Jaminan Sosial

BPJS Ketenagakerjaan dan Universitas Tadulako menjalin kerja sama untuk mendukung pendidikan, penelitian, dan literasi jaminan sosial ketenagakerjaan.

Tayang:
TribunAmbon.com/BPJS Ketenagakerjaan
BPJS KETENAGAKERJAAN-Direktur Human Capital dan Umum BPJS Ketenagakerjaan, Harjono Siswanto, bersama Rektor Universitas Tadulako, Amar, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat terkait jaminan sosial ketenagakerjaan di Gedung Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (11/6/2026). Kerja sama ini bertujuan memperkuat literasi jaminan sosial dan mendukung implementasi Tridarma Perguruan Tinggi. 

Ringkasan Berita:
  • BPJS Ketenagakerjaan dan Universitas Tadulako menjalin kerja sama untuk mendukung pendidikan, penelitian, dan literasi jaminan sosial ketenagakerjaan.
  • Kerja sama ini juga memperluas perlindungan bagi tenaga kerja dan ekosistem kampus melalui program BPJS Ketenagakerjaan.
  • Kolaborasi diharapkan melahirkan riset, inovasi, dan generasi muda yang lebih sadar pentingnya perlindungan sosial saat memasuki dunia kerja.

TRIBUNAMBON.COM- BPJS Ketenagakerjaan kembali memperkuat kolaborasi strategis dengan institusi pendidikan tinggi melalui penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Universitas Tadulako dalam rangka penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berkaitan dengan program jaminan sosial ketenagakerjaan.

Nota Kesepahaman ditandatangani oleh Direktur Human Capital dan Umum BPJS Ketenagakerjaan, Harjono Siswanto, bersama Rektor Universitas Tadulako, Amar, di Gedung Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (11/6).

Direktur Human Capital dan Umum BPJS Ketenagakerjaan, Harjono Siswanto, menyampaikan bahwa kerja sama tersebut menjadi landasan bagi kedua pihak untuk memperkuat sinergi antara program jaminan sosial ketenagakerjaan dan dunia pendidikan tinggi, sekaligus mendukung pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi.

Menurutnya, kerja sama tersebut juga menjadi tindak lanjut dari Grand Launching Kurikulum Jaminan Sosial (Kurjamsos) yang diselenggarakan pada Agustus 2025 oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Dalam program nasional tersebut, Universitas Tadulako menjadi salah satu perguruan tinggi yang menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung implementasi Kurjamsos sebagai upaya membangun kesadaran dan pemahaman mengenai jaminan sosial sejak di bangku pendidikan tinggi.

"Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan siap memasuki dunia kerja. Karena itu, kami memandang kampus sebagai mitra strategis untuk menanamkan pemahaman mengenai hak dan perlindungan pekerja melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan," ujar Harjono.

Ia menjelaskan bahwa kerja sama ini tidak hanya berfokus pada penguatan perlindungan bagi pekerja di lingkungan kampus, tetapi juga membuka ruang kolaborasi dalam riset, kajian, studi bersama, serta pengembangan kurikulum jaminan sosial ketenagakerjaan. Melalui sinergi tersebut, BPJS Ketenagakerjaan berharap lahir berbagai inovasi dan gagasan yang dapat mendukung penguatan sistem perlindungan sosial ketenagakerjaan di Indonesia.

Lebih lanjut, Harjono mengapresiasi komitmen Universitas Tadulako yang sejak April 2017 telah memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada tenaga kontrak di lingkungan kampus.

Hingga saat ini tercatat sebanyak 353 tenaga kontrak telah terlindungi melalui Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

"Ke depan, kami berharap perlindungan dapat menjangkau seluruh ekosistem kampus, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, tenaga pendukung, mahasiswa magang, hingga peserta kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Kampus tidak hanya menjadi pusat keunggulan akademik, tetapi juga menjadi lingkungan yang aman, produktif, dan terlindungi," tambah Harjono.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi ini juga sejalan dengan strategi 3C BPJS Ketenagakerjaan, yakni Coverage melalui perluasan perlindungan di ekosistem kampus, Care melalui layanan yang semakin mudah dan responsif, serta Credibility melalui penguatan riset, tata kelola, dan inovasi berbasis pengetahuan.

Dalam jangka panjang, BPJS Ketenagakerjaan memiliki visi mewujudkan seamless protection, sehingga perlindungan sosial dapat hadir secara otomatis dan melekat dalam setiap tahapan kehidupan masyarakat.

Sementara itu, Rektor Universitas Tadulako, Prof. Amar, menyambut positif penandatanganan nota kesepahaman tersebut sebagai langkah strategis untuk mempererat kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga penyelenggara jaminan sosial ketenagakerjaan. Menurutnya, kemitraan tersebut menjadi momentum penting untuk memperluas kontribusi dunia akademik dalam mendukung pembangunan sistem perlindungan sosial yang inklusif dan berkelanjutan.

"Hari ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dengan lembaga penyelenggara jaminan sosial nasional. Kami berharap MoU ini segera ditindaklanjuti melalui perjanjian kerja sama dan implementasi program yang berdampak langsung bagi masyarakat," ungkapnya.

Amar menjelaskan bahwa kerja sama tersebut diharapkan dapat menghadirkan berbagai program kolaboratif yang memberikan manfaat nyata bagi sivitas akademika maupun masyarakat luas. Selain memperkuat pemahaman mengenai pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan, kemitraan ini juga dapat mendukung pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi melalui kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved