Workshop Academic Writing Metode Kualitatif di Ambon, Hadirkan Pakar Internasional Titi Prabawa
Salah satunya melalui kegiatan Workshop Academic Writing Metode Kualitatif yang digelar di ruang meeting Zest Hotel Ambon, Senin (20/4/2026).
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Mesya Marasabessy
Ringkasan Berita:
- Workshop Academic Writing Metode Kualitatif yang digelar di ruang meeting Zest Hotel Ambon, Senin (20/4/2026).
- Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pusat Studi Perekonomian Masyarakat Kepulauan Universitas Pattimura bersama mahasiswa alumni Pascasarjana Program Magister Ekonomi Pembangunan (EPP) angkatan 2024.
- Workshop tersebut diikuti oleh mahasiswa, alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Pattimura, serta para akademisi di Kota Ambon.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Upaya meningkatkan kualitas penulisan ilmiah terus didorong kalangan akademisi di Kota Ambon.
Salah satunya melalui kegiatan Academic Writing Metode Kualitatif yang digelar di ruang meeting Zest Hotel Ambon, Senin (20/4/2026).
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pusat Studi Perekonomian Masyarakat Kepulauan Universitas Pattimura bersama mahasiswa alumni Program Magister Ekonomi Pembangunan (EPP) angkatan 2024.
Workshop tersebut diikuti oleh mahasiswa, alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Pattimura, serta para akademisi di Kota Ambon.
Hadir sebagai pemateri utama, akademisi Universitas Kristen Satya Wacana, Dr. Titi S. Prabawa.
Ia dikenal sebagai pakar metodologi penelitian kualitatif dengan pengalaman lebih dari dua dekade di bidang pengajaran, penelitian, hingga pembimbingan tesis dan disertasi.
Dalam pemaparannya, Dr. Titi menekankan pentingnya ketajaman analisis dalam penelitian kualitatif.
Sekaligus memperkenalkan pendekatan storytelling with data sebagai cara menyampaikan data secara naratif namun tetap kuat secara ilmiah.
Materi yang dibawakan dalam workshop ini meliputi penyusunan problem statement, teknik storytelling with data, serta abstraksi temuan penelitian.
Ketiga aspek tersebut dinilai penting dalam meningkatkan kualitas karya ilmiah, khususnya bagi peneliti pemula.
Workshop ini dimoderatori oleh Dosen FEB Universitas Pattimura, Dr. Jopie Tamtelahitu.
Koordinator Program Studi Magister Ilmu Ekonomi, Dr. Hendri Dony Hahury, dalam sambutannya menyoroti masih adanya kesalahpahaman terhadap metode kualitatif.
“Masih banyak yang menganggap metode kualitatif itu seperti sekadar menulis di koran. Padahal, metode ini menuntut kedalaman analisis, ketajaman berpikir, serta kemampuan mengolah data menjadi makna yang utuh,” ujarnya.
Baca juga: Dua Terduga Pelaku Penikaman Nus Kei Diterbangkan ke Kota Ambon: Pemeriksaan di Mapolda
Baca juga: 3 Tahun Bergantung ke Dexlite, Kenaikan Harga BBM Mencekik Warga Serut Maluku Tengah
Ia juga mengungkapkan bahwa peserta kerap menghadapi dua tantangan utama dalam penulisan ilmiah.
Yakni, kesulitan mengonstruksi realitas sosial ke dalam tulisan yang sistematis, serta kendala dalam mengelaborasikan teori dengan temuan lapangan.
Melalui workshop ini, diharapkan peserta mampu membedakan secara jelas antara temuan penelitian dan pembahasan, yang selama ini kerap tercampur dalam praktik penulisan.
Selain sebagai ruang peningkatan kapasitas akademik, kegiatan ini juga menjadi bagian dari agenda strategis Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pattimura dalam pengembangan Program Studi Ekonomi Pariwisata yang tengah direncanakan.
Dalam rangkaian kegiatan, turut diagendakan diskusi kurikulum bersama narasumber serta kunjungan lapangan sebagai bentuk penguatan implementasi keilmuan.
Sementara itu, Wakil Direktur Bidang Akademik Pascasarjana Universitas Pattimura, Prof. Dominggus Rumahlatu, secara resmi membuka kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya kegiatan akademik berkelanjutan dalam mendukung akreditasi program studi.
“Untuk menuju program studi unggul, kegiatan akademik seperti workshop, seminar nasional, seminar internasional, dan kuliah tamu idealnya dilaksanakan minimal empat kali dalam satu semester,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa kemampuan menulis merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki setiap akademisi.
“Bahkan profesor dan peneliti kelas dunia pun masih mengalami revisi dalam publikasi ilmiah mereka. Jadi tidak ada alasan untuk takut belajar menulis,” tegasnya.
Lebih lanjut, Prof. Dominggus menyebut kemampuan menulis tidak hanya dibutuhkan dalam dunia akademik.
Tetapi juga menjadi kompetensi penting di dunia kerja, seperti dalam penyusunan laporan, naskah kebijakan, hingga dokumen resmi lainnya.
Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu meningkatkan kualitas penulisan ilmiah mereka, sehingga dapat menembus publikasi di jurnal bereputasi internasional maupun jurnal nasional terakreditasi.
Workshop ini menjadi bukti komitmen dunia akademik di Ambon dalam mendorong lahirnya peneliti-peneliti berkualitas, sekaligus memperkuat budaya ilmiah yang berdaya saing global.(*)
| Wedding Exhibition Swiss-Belhotel Tawarkan Diskon Pernikahan Hingga 50 Persen |
|
|---|
| Ketua HMI FEB Unpatti Minta Maaf Usai Aksi Ricuh dan Pembakaran Fasilitas Kampus |
|
|---|
| Demo HMI Berujung Bakar Fasilitas Kampus Unpatti: Polisi Olah TKP dan Kantongi Bukti |
|
|---|
| Dekan FEB Unpatti: Pelaku Pembakaran dan Perusakan Akan Diproses Akademik |
|
|---|
| Aksi HMI Brutal di Unpatti: Mahasiswa Siram Bensin dan Bakar Gazebo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Workhsop-11.jpg)