Ambon Hari Ini
Tragis di Hari Kemerdekaan, Pemuda Rumahtiga-Ambon Ditemukan Tewas Gantung Diri
Seorang pemuda bernama Rizky Bone, 34, ditemukan tewas gantung diri di rumah kebun milik orang tuanya.
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Mesya Marasabessy
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Suasana perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Negeri Rumahtiga, Kecamatan Teluk Ambon, Maluku, diselimuti duka mendalam.
Seorang pemuda bernama Rizky Bone, 34, ditemukan tewas gantung diri di rumah kebun milik orang tuanya pada Minggu (17/8/2025) pagi.
Peristiwa tragis ini dibenarkan oleh Kapolsek Teluk Ambon, Iptu. M. Maulana Dicky.
Baca juga: Kapolresta Ambon Pimpin Upacara HUT ke-80 RI, Beri Penghargaan Personel Berprestasi
Ia menjelaskan, korban yang berprofesi sebagai mekanik bengkel motor ditemukan sekitar pukul 08.30 WIT di RT 004 RW 001, kompleks Kelapa Tiga.
"Menurut keterangan saksi, Kamarudin Khalik, awalnya ia berinisiatif mencari korban untuk diajak mengikuti lomba panjat pinang," ungkap Kapolsek dalam keterangannya, Minggu (17/8/2025).
Kamarudin tiba di rumah kebun orang tua korban sekitar pukul 08.30 WIT.
Setelah beberapa kali memanggil dan tidak mendapat jawaban, ia membuka pintu dan menemukan Rizky sudah dalam kondisi tergantung menggunakan seutas tali nilon biru di balok kayu plafon kamar.
Baca juga: Rumah Warga di Tansi Ambon Bula Terbakar, Dipicu Ledakan Charger Ponsel
Korban saat itu mengenakan celana jins biru dan tidak memakai baju.
Terkejut melihat kejadian itu, Kamarudin segera memberitahu kakak kandung korban, Fauzan.
Bersama warga sekitar, mereka mendatangi lokasi dan langsung membawa jenazah korban ke rumah keluarga.
Pihak Polsek Teluk Ambon yang dipimpin oleh KA SPK III, Y. S. Ferdinandus, tiba di lokasi pukul 09.20 WIT untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dan membantu menurunkan jenazah korban.
Berdasarkan penyelidikan awal, Iptu. M. Maulana Dicky mengungkapkan bahwa motif di balik aksi nekat ini adalah masalah keluarga.
"Korban meninggalkan sebuah surat wasiat yang isinya menunjukkan rasa kecewa dan merasa tidak diperhatikan oleh orang tua serta keluarganya," tutur Kapolsek.
Pihak keluarga, yang telah mengikhlaskan kepergian korban, menolak untuk dilakukan autopsi dan memilih untuk langsung menyemayamkan jenazah di kediaman mereka di kompleks Kelapa Tiga.
Peristiwa ini menjadi pengingat pilu di tengah euforia kemerdekaan, bahwa masalah pribadi bisa menjadi beban yang begitu berat hingga mendorong seseorang untuk mengakhiri hidupnya. (*)
| Sengketa Kepala Dati Nasela Memanas, Raja Hitumessing dan Camat Leihitu Digugat ke PTUN Ambon |
|
|---|
| 30 Calon Taruna-taruni Akpol Masuk Seleksi CAT dan PMK, Libatkan Pengawas Internal dan Eksternal |
|
|---|
| Tinjau Lokasi Longsor di BTN Gadihu, Wali Kota Sebut Pembangunan Tidak Penuhi Aspek Teknis |
|
|---|
| Longsor di BTN Gadihu, Kota Ambon, 1 Rumah Ambruk dan 9 Rusak, BPBD Bangun Tenda Darurat |
|
|---|
| PDI Perjuangan Bakal Gelar Turnamen Antar Kampung Soekarno Cup Maluku |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Gant-diri.jpg)