Selasa, 21 April 2026

Bentrok di Hunuth

Bantuan Sembako Melimpah, Sekdes Hunuth: Kami Butuh Peralatan Dapur

Kini para pengungsi Hunuth membutuhkan peralatan dapur untuk mengolah bantuan yang mereka terima.

TribunAmbon.com/jenderal
PENGUNGSI HUNUTH - Sekretaris Desa Hunuth, Abraham Tahalea saat diwawancarai TribunAmbon.com terkait bantuan yang telah diterima dan masih dibutuhkan oleh pengungsi kebakaran rumah di Desa Hunuth, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Minggu (7/9/2025). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Bantuan logistik untuk korban kebakaran rumah pasca bentrok di Desa Hunuth, Kota Ambon, membanjiri posko pengungsian. 

Namun, di tengah melimpahnya bahan makanan dan kebutuhan pokok.

Kini para pengungsi membutuhkan peralatan dapur untuk mengolah bantuan yang mereka terima.

Sekretaris Desa Hunuth, Abraham Tahalea, menjelaskan bahwa bantuan yang diterima warga saat ini sudah lebih dari cukup. 

"Untuk beras, kami kira sudah mencukupi satu bulan ke depan," ujarnya saat diwawancarai TribunAmbon.com, Minggu (7/9/2025).

Baca juga: Satu Tersangka Kasus Solar Ilegal di KKT Masih Buron, Polisi Sebar DPO ke Seluruh Maluku

Baca juga: Harga Tomat Masih Mahal di Ambon, per Kilogram Rp. 25-30 Ribu

Bantuan lain seperti telur dan perlengkapan bayi juga sudah disalurkan habis. 

Bahkan, bantuan seragam sekolah pun telah diterima dari dinas sosial.

Meski logistik melimpah, Tahalea menekankan bahwa kebutuhan paling mendesak saat ini adalah peralatan dapur. 

"Yang paling dibutuhkan sekarang peralatan dapur untuk memasak," katanya. 

Selain itu, tas dan sepatu sekolah juga diperlukan bagi anak-anak yang terpaksa mengungsi akibat insiden tersebut.

Hari ini, posko pengungsian menerima bantuan dari Satpol-PP Kota Ambon dan Maluku Satu Rasa Salam Sarane Indonesia (M1R) Provinsi Maluku. 

Saat ini, tercatat ada 8 kepala keluarga (KK) atau 47 jiwa yang mengungsi di posko. 

Sementara itu, 14 KK lainnya atau 59 jiwa memilih menumpang di rumah keluarga masing-masing.

Diberitakan sebelumnya, insiden ini berawal dari perkelahian antar pelajar di depan pangkalan ojek BIB pada Selasa (19/8/2025).

Peristiwa tersebut berujung pada tewasnya seorang pelajar SMK Negeri 3 Ambon berinisial AP. 

Kematian AP memicu bentrokan yang lebih besar, hingga berujung pada pembakaran 24 rumah, fasilitas umum, dan kendaraan. 

Puluhan rumah lainnya juga dilaporkan mengalami kerusakan.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved