Jumat, 8 Mei 2026

Pemkot Ambon

Musrenbang RPJMD Kota Ambon 2025-2029, Ini Kata Bodewin Wattimena

Pemkot Ambon menggelar Musrenbang penyusunan RPJMD tahun 2025–2029, Kamis (31/7/2025).

Tayang:
Penulis: Novanda Halirat | Editor: Mesya Marasabessy
Novanda Halirat
MUSRENBANG KOTA AMBON - Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, memberikan sambutan sekaligus membuka Musrenbang RPJMD di Hotel Santika Premiere Ambon, Kamis (31/7/2025). 

Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Novanda Halirat

AMBON, TRIBUNAMBON.COM -  Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2025–2029.

Kegiatan dibuka Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena di Hotel Santika Premiere Ambon dengan tema "Mewujudkan Ambon Manise, Inklusif, Toleran dan Berkelanjutan".

"RPJMD ini bukan hanya kumpulan kata-kata manis. Kita ingin dokumen ini menjadi panduan yang konkret, bisa dibaca, dipahami, dan yang paling penting bisa diimplementasikan," kata Wattimena, Kamis (31/7/2025).

Baca juga: Minta Maaf Soal Belatung di Sajian Makanan Bergizi Gratis, Toserba Ratu Balqis Siap Ganti Rugi Kurma

Lanjut Bodewin, setiap pemimpin membawa impian, namun keberhasilan bukan hanya soal mimpi tetapi soal perencanaan yang matang dan kolaborasi yang nyata.

Kata dia, 17 Program Prioritas dan Gerakan Akar Rumput Wali Kota juga menekankan pentingnya 17 program prioritas lintas sektor yang akan menjadi pedoman seluruh perangkat daerah.

Wali Kota juga meluncurkan program ke pemerintah tingkat desa yaitu “Keluar Baca Cerita” yang merupakan platform dialog langsung antara raja, lurah, dan warga untuk medengarkan aspirasi mereka.

"Kalau ada selokan tersumbat, jangan tunggu naik ke kota. Selesaikan di tingkat negeri atau kelurahan. Itu tugas kita semua," ucapnya.

Baca juga: Ratu Balqis Supply 70 Kg Kurma tuk MBG di Masohi: Ngaku Belum Expired Tapi Nyatanya Ada Belatung

Selain itu, Bodewin menyoroti program “Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jumpa Rakyat” yang hadir setiap Jumat sebagai saluran masyarakat menyampaikan keluhan langsung, di luar forum formal APBD dan perencanaan.

Dalam akhir sambutannya, Bodewin Wattimena berharap agar seluruh pemangku kepentingan akademisi, tokoh agama, camat, lurah, raja, hingga masyarakat biasa bisa memberi masukan konstruktif demi menyempurnakan dokumen RPJMD yang sementara disusun.

"Musrenbang ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini adalah ruang menyamakan persepsi dan arah kita lima tahun ke depan. Mari kita pastikan kota ini bergerak bersama, dengan langkah yang seirama," tutupnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved