Malteng Hari Ini
Waduh! Ratusan Bidan Lulusan D3 di Malteng Potensi jadi Pengangguran
Ratusan bidan di Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) berlatar belakang pendidikan Diploma 3 (D3) terancam tak bisa bekerja alias nganggur.
MASOHI, TRIBUNAMBON.COM – Ratusan bidan di Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) berlatar belakang pendidikan Diploma 3 (D3) terancam tak bisa bekerja alias nganggur.
Ketua Pengurus Cabang (PC) Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Nurabia Tuasikal menjelaskan, dari data Tenaga Kesehatan (Nakes) spesialis bidan, jumlah anggota IBI Maluku Tengah per Juli 2025 sebanyak 638 orang.
Jumlah Nakes terdistribusi sesuai kompetensi pendidikan yakni, Diploma 1 12 bidan, Diploma 3 420 bidan, Diploma 4 60 bidan, dan Strata 1 profesi 157 bidan.
Mereka terdiri dari tenaga ASN maupun Non ASN yang tersebar di 37 Puskesmas di 18 kecamatan.
Termasuk bidan di RSUD Masohi, RSUD Isak Umarella, dan Rumah Sakit Hila.
Baca juga: 1.400 Peserta Lolos Seleksi PPPK Tahap I 2024 Lingkup Pemda Malteng Resmi Terima SK
“Jadi totalnya ada 638 bidan yang tersebar di 37 Puskesmas di 18 kecamatan dan beberapa rumah sakit," ujar Nurabia dalam forum Muscab IBI IV di Masohi, Senin (28/7/2025).
Dari jumlah tersebut bidan dengan latar belakang kompetensi D3 di angka yang cukup tinggi. Sayangnya, mereka terancam tidak bisa bekerja.
Tentu kekhawatiran ini disampaikan langsung oleh Ketua IBI Provinsi Maluku, Nurhayati Tuankotta di forum yang sama.
Baca juga: BERITA Kehilangan BPKB Motor Milik MARLA H C SAHETAPY
Kata Nurhayati, regulasi terbaru Permenkes No. 28 Tahun 2017 tentang Izin dan Penyelenggaraan Praktik Bidan, bidan dengan kualifikasi D3 sudah tidak ada.
Maka dari itu, diperlukan peningkatan kapasitas Nakes melalui pendidikan berkelanjutan.
Sehingga ia berharap Pemda Malteng bisa memberikan porsi anggaran untuk peningkatan kapasitas 400 bidan dengan latar belakang D3 di kabupaten bertajuk Bumi Pamahanu Nusa ini.
"Barangkali Bupati bisa memberikan satu porsi anggaran untuk memprioritaskan adik-adik bidan 400 sekian yang ada di cabang Maluku Tengah. Mereka bisa disekolahkan jenjang pendidikannya S1 kebidanan plus profesi," harap Nurhayati.
Pasalnya, jika tetap dengan background D3 maka para nakes ini tidak bisa bekerja, lantaran sudah (ada rencana) dihapus.
"Apalagi untuk jenjang D1, Maluku Tengah untuk bidan D1 masih terlalu banyak, sudah masuk ke perawat. Itu tugas dan tanggung jawab sebagai bidan sudah harus ditiadakan," tukasnya. (*)
| Belasan Anak Korban Kekerasan Seksual di Maluku Terima Beasiswa, LPAI Bangkitkan Harapan Masa Depan |
|
|---|
| Soal Batas Kawasan Hutan, Alhidayat Wajo Tegaskan BPKH Harus Libatkan Otoritas Lokal |
|
|---|
| Hadiri Waisak di Namto, Bupati Malteng Ajak Warga Perkuat Toleransi dan Persaudaraan |
|
|---|
| Lahan Diserobot dan Dirusaki, Kelompok Demplot Sepa Tuntut Ganti Rugi Rp 250 Juta |
|
|---|
| Dugaan Serobot Lahan oleh PT Nusa Ina, Mantan Humas Beberkan Fakta Kepemilikan Lahan Bakri Sukidjang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/lowongan-kerja-tenaga-kesehatan-100.jpg)