Malteng Hari Ini

Beras SPHP Kembali Disalurkan tuk di Maluku Tengah, Terbatas ke Pengecer Tertentu  ‎

‎Penyaluran ini sesuai surat penugasan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), dan terhitung sejak 8 Juli 2025 lalu. 

TribunAmbon.com/ Silmi Suailo
LAUNCHING - Bupati Maluku Tengah didampingi jajaran Forkopimda saat launching bantuan pangan beras, Senin (28/7/2025) 

‎Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo 

‎MASOHI, TRIBUNAMBON.COM - Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kembali disalurkan di Kabupaten Maluku Tengah. 

‎Penyaluran ini sesuai surat penugasan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), dan terhitung sejak 8 Juli 2025 lalu. 

‎Walau begitu hanya pengecer tertentu yang berhak menerima penyaluran beras SPHP.

‎Hal itu dikatakan Rifai Usman, Asisten Manager Pelayanan Perum Bulog Maluku Maluku Utara saat menghadiri Launching Bantuan Pangan Beras di Masohi, Senin (28/7/2025).

‎"Namum memang penjualan kali ini agak berbeda dari tahun sebelumnya. Untuk penyaluran SPHP tahun ini hanya beberapa pengecer saja," ujar Rifai sama diwawancarai awak media.

‎Rifai memberi detail beberapa pengecer dimaksud antara lain, pasar yang bisa dilayani, kios binaan pemerintah dan melalui SK Dinas Ketahanan Pangan yang berlaku bagi pengecer di luar pasar.

Baca juga: Air Mancur Tugu Trikora Ambon Tak Berfungsi, Kolam Dipenuhi Lumut

Baca juga: Berkantor di Pasar hingga Bongkar Dugaan Pungli, Ini Tiga Poin Gebrakan Jais Ely di Pasar Mardika 

‎Ada juga penyaluran beras SPHP melalui gerakan pangan murah oleh pemerintah dan Koperasi Desa Merah Putih.

‎"Jadi dia tidak bebas, pasalnya hanya dijual dengan ketentuan tadi. Ada penambahan juknis penyaluran melalui BUMN, Pos, itu boleh," jelasnya.

‎Untuk kuotanya Rifai menyatakan bahwa, Perum Bulog mengestimasi per provinsi, bukan kabupaten.

‎Ditanya soal penyerapan hasil produksi petani padi di wilayah Maluku Tengah, Rifai menerangkan bahwa sampai saat ini Bulog melakukan proses penyerapan baik itu gabah maupun beras. 

‎"Kita beli dari petani untuk beras 12 ribu, sementara gambar dibeli 6.500 per kilo. ‎Dan sudah kita lakukan sampai dengan hari ini," terang dia.

‎Untuk memastikan harga beras Bulog sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), Rifai menyampaikan, pihaknya bekerja sama dengan pemerintah melalui instansi terkait.

‎"Kita ada kerjasama verifikasi dari Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perdagangan. (Mereka) yang monitor. Masing-masing monitor biar tepat sasaran," pungkas Rifai. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved