Rabu, 6 Mei 2026

Malra Hari Ini

Gelar Forum Lintas Perangkat Daerah, Viali Minta Disiplin Waktu Penyusunan Renstra

Pihak BPOM beralasan tidak ada korban atau yang jatuh sakit akibat kejadian tersebut, sehingga tidak ada dasar

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Megarivera Renyaan | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Megarivera Renyaan
PEMKAB MALRA - Wakil Bupati Malra Charlos Viali Rahantoknam saat membuka forum lintas perangkat daerah, Kamis (24/7/2025) 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Megarivera Renyaan

LANGGUR, TRIBUNAMBON.COM - Wakil Bupati Maluku Tenggara (Malra), Charlos Viali Rahantoknam meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD), disiplin dalam penyusunan penyusunan Rencana Strategis (Renstra).

Hal tersebut dikemukakan saat menghadiri Forum Lintas Perangkat Daerah dalam rangka penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tahun 2025-2029 dihelat di Aula Kantor Bupati Malra, Jalan Abraham Koedoboen, Kamis (24/7/2025).

"Forum ini bukan sekadar agenda formalitas. Ini adalah satu-satunya tahapan partisipatif dalam proses penyusunan Renstra," ungkapnya.

Menurut Viali, setelah proses ini selesai tidak ada lagi ruang keterlibatan masyarakat.

Oleh karena itu, forum hari ini sangat penting untuk memastikan bahwa rencana strategis yang dibahas benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat lima tahun ke depan.

"Untuk itu, diharapkan pimpinan OPD dapat Membahas dan menyepakati isu serta permasalahan penting untuk diakomodasi dalan Renstra OPD lima tahun ke depan," imbuhnya. 

Lanjutnya, disepakati output atau keluaran kinerja dari perangkat daerah guna menjawab isu-isu strategis yang ada.

Baca juga: Layanan PBG Bagi Masyarakat Gratis, Renuat Minta Lapor Jika Temukan Pungutan

Baca juga: ‎Gedung Megah DPRD Maluku Tengah Hingga Kini Belum Difungsikan

"Selain itu, diharapkan dapat menyelaraskan agenda kerja strategis perangkat daerah dengan tujuan dan sasaran RPJMD demi mendukung terwujudnya visi dan misi daerah," pintanya.

Viali juga menegaskan, bahwa dokumen Renstra memiliki posisi yang sangat penting sebagai elaborasi teknis dari RPJMD. 

Oleh karena itu, ia meminta seluruh OPD untuk memastikan konsistensi dan keterkaitan antara Renstra dan RPJMD, baik dari sisi narasi maupun logika kebijakan yang diusung.

"Renstra tidak bisa disusun secara terpisah. Harus kolaboratif dan sinergis, apalagi jika menyangkut misi besar seperti Maluku Tenggara Cerdas. Semua OPD terkait peningkatan kualitas SDM harus duduk bersama, merancang strategi yang saling melengkapi" tegasnya.

Viali juga mengingatkan pentingnya disiplin waktu dalam penyusunan Renstra. Berdasarkan regulasi yang berlaku, Renstra wajib ditetapkan paling lambat satu bulan setelah RPJMD ditetapkan, yang dalam hal ini jatuh pada tanggal 20 September 2025.

"Jangan sampai tertambat dalam tahapan. Semua hasil forum ini harus segera ditindaklanjuti. Saya minta Bappelitbangda terus mendampingi OPD agar semua substansi penting dapat terintegrasi dengan baik dalam dokumen Renstra," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved