Maluku Terkini
Bulog Siap Salurkan Beras SPHP Setelah Proses Verifikasi Mitra
Namun, penyaluran tersebut belum dapat langsung dilaksanakan karena adanya perubahan dalam petunjuk teknis (juknis).
Penulis: Ummi Dalila Temarwut | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com Ummi Dalila Temarwut
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kabar gembira datang dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyusul diterbitkannya surat perintah penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) pada 8 Juni 2025.
Meski begitu, penyaluran baru akan dilakukan setelah penyesuaian petunjuk teknis (juknis).
"Dalam juknis yang baru ini, semua mitra harus didaftarkan dan diverifikasi terlebih dahulu. Jadi tidak serta merta langsung disalurkan meskipun surat perintah dari Bapanas sudah keluar," ungkap Manajer Operasional Bulog Maluku, Jefry Tanasy, saat diwawancarai TribunAmbon.com di ruang kerjanya, Kamis (10/07/2025).
Menurutnya, perubahan teknis ini bertujuan untuk memastikan ketepatan sasaran dan akuntabilitas dalam pendistribusian beras SPHP ke masyarakat.
Baca juga: Beras Subsidi Tidak Tersedia di Pasar Mardika Ambon, Ini Penjelasan Bulog Maluku
Baca juga: Ratusan Formasi PPPK Tak Terisi, Tito Laturiuw Minta Pemkot Ambon Segera Tuntaskan
"Verifikasi ini penting agar mitra yang benar-benar aktif dan memenuhi kriteria yang ditetapkan pemerintah saja yang akan menyalurkan beras ke masyarakat," tambahnya.
Jefry pun memastikan Bulog tengah mempercepat proses verifikasi agar tidak terjadi keterlambatan distribusi beras nantinya.
"Kami pastikan proses verifikasi ini tidak memakan waktu lama. Jika semua mitra sudah terdaftar dan tervalidasi, kami akan segera menyalurkan sesuai dengan arahan Bapanas," tegasnya.
Penyaluran beras SPHP sendiri menjadi perhatian penting karena selama beberapa bulan terakhir masyarakat mengeluhkan kelangkaan beras Bulog di pasar tradisional serta kenaikan harga beras medium di pasaran.
Jefry berharap, setelah proses ini rampung, distribusi dapat berjalan lancar sehingga bisa menekan harga beras yang mulai melonjak di sejumlah wilayah, termasuk di Kota Ambon.
"Kami juga berharap masyarakat bisa bersabar. Ini demi memastikan program ini berjalan sesuai aturan dan sampai tepat kepada yang membutuhkan," harapnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.