Kamis, 23 April 2026

Malteng Hari Ini

Inflasi Maluku Tengah Desember 2025 Capai 0,79 Persen, Ini Penyebabnya

Kepala BPS Provinsi Maluku menyebutkan bahwa inflasi bulanan tersebut dipicu oleh lima komoditas utama yakni ikan dan bahan dapur.

Penulis: Maula Pelu | Editor: Mesya Marasabessy
TribunAmbon.com/ Maula/Maula Pelu
Ilustrasi - Cabai rawit secara year on year kontribusi inflasi kurang lebih 0,32 persen untuk Desember 2025 di Maluku Tengah. 

 

Ringkasan Berita:
  • Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku menyebutkan bahwa inflasi di Maluku Tengah mencapai 0,79 persen secara  Month to Month (m-to-m) pada Desember 2025 terhadap November 2025.
  • Angka tersebut dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 109,46.
  • Kepala BPS Provinsi Maluku, Maritje Pattiwaellapia, menyebutkan bahwa inflasi bulanan tersebut dipicu oleh lima komoditas utama yakni ikan dan bahan dapur. 

 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Maluku Tengah dikenal sebagai salah satu daerah di Maluku yang memiliki produksi komoditas hortikultura seperti cabai dan tomat terbesar. 

Hasil perikanan pun melimpah. 

Daerahnya juga menjadi salah satu penopang pasokan ke daerah lainnya seperti Kota Ambon. 

Namun siapa sangka, kekayaan tersebut menjadi salah satu pemicu utama inflasi di wilayah itu. 

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku menyebutkan bahwa inflasi di Maluku Tengah mencapai 0,79 persen secara  Month to Month (m-to-m) pada Desember 2025 terhadap November 2025, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 109,46.

Kepala BPS Provinsi Maluku, Maritje Pattiwaellapia, menyebutkan bahwa inflasi bulanan tersebut dipicu oleh lima komoditas utama yakni ikan dan bahan dapur. 

“Inflasi m-to-m Maluku Tengah sebesar 0,79 persen, didorong oleh kelima komoditas dengan andil terbesar berasal dari Bawang Merah,” sebut Maritje, dalam rilis berita resmi statistik pada awal Januari 2025 di Ambon.

Baca juga: Serikat Pekerja PLN Tolak Dominasi Swasta dalam RUPTL 2025-2034

Baca juga: Harga Ikan Momar di Pasar Rumah Tiga Ambon Mahal, 3 Ekor Kecil Rp. 20 ribu

Dengan presentasi sebagai berikut ;

- Bawang Merah : 0,29 persen 
- Tomat : 0,23 persen
- Ikan Selar / Kawalinya : 0,17 persen
- Ikan Cakalang : 0,15 persen
- Cabai Merah : 0,13 persen.

Sementara secara year on year (y-on-y) atau perbandingan tahunan, inflasi Maluku Tengah mencapai 2,56 persen. 

Komoditas ikan menjadi pemicu inflasi tertinggi, yakni ; 
- Ikan Layang / Mumar : 0,67 persen
- Ikan Selar / Kawalinya : 0,57 persen
- Ikan Tongkol / Komu : 0,34 persen
- Cabai Rawit : 0,32 persen
- Beras : 0,22 persen. 

Entah apa yang menjadikan bahan pokok tersebut menjadi pemicu utama. Sebab pada Desember 2025 kemarin, Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah gencar-gencarnya melakukan operasi pasar murah. 

Berton-ton beras diadakan dalam gerakan pasar murah, ada pula bawang, cabai, telur, minyak goreng, dan gula pasir yang dijual dengan harga di bawah pasaran.

Maritje merekomendasikan adanya pengontrol pasar yang baik.  

Selain itu pula, direkomendasikan untuk adanya pertemuan khusus berbagai pihak membahas lebih mendalam dan merumuskan langkah pengendalian yang efektif. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved