Maluku Terkini
Harga Pertamax 92 Naik Jadi Rp 12.800, Masyarakat Diminta Tetap Tenang
Harga jual per liter yang sebelumnya berada di angka Rp12.400, naik menjadi Rp12.800. Kenaikan ini berlaku di sejumlah SPBU di Kota Ambon, salah
Penulis: Ummi Dalila Temarwut | Editor: Fandi Wattimena
Laporan wartawan TribunAmbon.com Ummi Dalila Temarwut
AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax 92 kembali mengalami kenaikan.
Kenaikan harga BBM jenis pertamax ini berlaku per 1 Juli 2025.
Harga jual per liter yang sebelumnya berada di angka Rp12.400, naik menjadi Rp12.800. Kenaikan ini berlaku di sejumlah SPBU di Kota Ambon, salah satunya di SPBU Halong.
Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh Hengki, selaku Manajer SPBU Halong,Dalam keterangannya, ia menyebut bahwa penyesuaian harga ini merupakan kebijakan nasional yang langsung diterapkan di seluruh wilayah, termasuk Maluku.
“Kenaikan ini memang terjadi sesuai ketentuan pusat. Kami hanya menyesuaikan harga sesuai regulasi" ungkap Hengki saat ditemui di SPBU Halong.Selasa (02/07/2025)
Meski demikian, Hengki berharap masyarakat tidak panik dan tetap bijak dalam menyikapi perubahan harga BBM tersebut.
Ia menegaskan bahwa pihak SPBU akan tetap memberikan pelayanan terbaik seperti biasa.
Baca juga: Perkara Korupsi Anggaran Alkes Rp 9,6 M di Buru, Ismail Umasugi Hanya Divonis 1,6 Tahun Bui
Baca juga: Ini Kronologis Bencana Longsor di Galala Ambon yang Menewaskan Satu Orang dan 4 Rumah Rusak
“Semoga harganya tetap stabil dan tetap terjangkau bagi masyarakat. Kami akan terus berupaya melayani dengan baik di tengah perubahan ini,” tambahnya.
Kenaikan harga Pertamax 92 ini menjadi perhatian sejumlah pengendara di Ambon, khususnya mereka yang terbiasa menggunakan BBM non-subsidi.
Beberapa di antaranya menyatakan mulai mempertimbangkan alternatif, salah satunya Jafar (30) salah satu pengendara yang hendak mengisi bensin mengatakan jalan alternatif seperti beralih ke BBM subsidi karena tekanan ekonomi.
"Kalau di pikir-pikir dengan keadaan ekomoni yang sekarang makin sulit jalan untuk hemat ya beralih"ujarnya.
Sementara itu, belum ada informasi lanjutan dari Pertamina terkait kemungkinan kenaikan harga BBM jenis lain. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.