Kamis, 30 April 2026

SBT Hari Ini

Cuaca Buruk, Harga Komuditas Bahan Dapur di Pasar Rakyat Bula Tetap Stabil 

Berdasarkan Pantauan TribunAmbon.com, Minggu (22/6/2025) untuk cabai rawit masih bertahan dengan harga Rp. 80 ribu per kilonya.

Tayang:
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Ode Alfin Risanto
TribunAmbon.com/Haliyudin
HARGA PASAR - Sejumlah komuditas pasar pada lapak jualan Mama Lang salah satu pedagang di Pasar Rakyat Bula, Seram Bagian Timur, Maluku, Minggu (22/6/2025). 

Laporan Wartawan Tribunambon.com, Haliyudin Ulima

BULA, TRIBUNAMBON.COM - Di tengah cuaca ektrem melanda Kota Bula dan sekitarnya, harga sejumlah komoditas bahan dapur di Pasar Rakyat Bula, Seram Bagian Timur (SBT) tetap stabil. 

Berdasarkan Pantauan TribunAmbon.com, Minggu (22/6/2025) untuk cabai rawit masih bertahan dengan harga Rp. 80 ribu per kilonya.

Namun, jenis cabai keriting mengalami kenaikan dengan harga Rp. 60 ribu per kilo, naik Rp. 10 ribu dari harga pekan kemarin Rp. 50 ribu. 

Sementara komuditas bawang, masih tetap bertahan di harga sebelumnya yakni Rp. 50 ribu untuk bawang putih, dan bawang merah Rp. 45 ribu per kilonya.

Sedangkan untuk tomat dan kol, masing-masing dijual dengan harga Rp. 20 ribu perkilonya, disusul Buncis dan Pare Rp. 15 ribu per kilo.

Petani sekaligus pedagang, Sarni (56) menjelaskan, naik turunnya harga komuditas pasar kerap dipengaruhi oleh jumlah pasokan. 

Baca juga: Hujan Tak Kunjung Reda, Ruas Jalan Menuju Pelabuhan Sesar Kota Bula Dipenuhi Genangan Air

Baca juga: Tolak Aktivitas PT Batulicin, KNPI Ingatkan Warisan Budaya Suku Kei

"Musim hujan ini harganya standar, tidak terlalu naik turun, kecuali ada pasokan dari luar yang banyak, seperti dari Kobisonta," ujarnya saat diwawancarai Tribunambon.com.

Kata dia, untuk musim hujan tidak cukup berpengaruh, hanya saja kualitas tanaman mulai terganggu, terlebih untuk biaya perawatannya yang terbilang mahal. 

"Kalau hujan tidak terlalu berpengaruh, cuman kadang hasil panen kurang maksimal karena banyak hama, ditambah lagi obatnya mahal, satu botol kecil Rp. 200 ribu," jelasnya. 

Pihaknya mengaku, rata-rata untuk yang dihasilkan dari petani terbilang cukup sedikit, maka di jual untuk pedagang juga pasti sedikit.

"Kalau untung paling cuman Rp. 5 ribu sampai Rp. 10 ribu saja kalau dijual ke pedagang, nanti pedagang juga naikkan harganya dengan untung yang sama," tutupnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved