SBT Hari Ini
Cuaca Buruk, Harga Komuditas Bahan Dapur di Pasar Rakyat Bula Tetap Stabil
Berdasarkan Pantauan TribunAmbon.com, Minggu (22/6/2025) untuk cabai rawit masih bertahan dengan harga Rp. 80 ribu per kilonya.
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Ode Alfin Risanto
Laporan Wartawan Tribunambon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM - Di tengah cuaca ektrem melanda Kota Bula dan sekitarnya, harga sejumlah komoditas bahan dapur di Pasar Rakyat Bula, Seram Bagian Timur (SBT) tetap stabil.
Berdasarkan Pantauan TribunAmbon.com, Minggu (22/6/2025) untuk cabai rawit masih bertahan dengan harga Rp. 80 ribu per kilonya.
Namun, jenis cabai keriting mengalami kenaikan dengan harga Rp. 60 ribu per kilo, naik Rp. 10 ribu dari harga pekan kemarin Rp. 50 ribu.
Sementara komuditas bawang, masih tetap bertahan di harga sebelumnya yakni Rp. 50 ribu untuk bawang putih, dan bawang merah Rp. 45 ribu per kilonya.
Sedangkan untuk tomat dan kol, masing-masing dijual dengan harga Rp. 20 ribu perkilonya, disusul Buncis dan Pare Rp. 15 ribu per kilo.
Petani sekaligus pedagang, Sarni (56) menjelaskan, naik turunnya harga komuditas pasar kerap dipengaruhi oleh jumlah pasokan.
Baca juga: Hujan Tak Kunjung Reda, Ruas Jalan Menuju Pelabuhan Sesar Kota Bula Dipenuhi Genangan Air
Baca juga: Tolak Aktivitas PT Batulicin, KNPI Ingatkan Warisan Budaya Suku Kei
"Musim hujan ini harganya standar, tidak terlalu naik turun, kecuali ada pasokan dari luar yang banyak, seperti dari Kobisonta," ujarnya saat diwawancarai Tribunambon.com.
Kata dia, untuk musim hujan tidak cukup berpengaruh, hanya saja kualitas tanaman mulai terganggu, terlebih untuk biaya perawatannya yang terbilang mahal.
"Kalau hujan tidak terlalu berpengaruh, cuman kadang hasil panen kurang maksimal karena banyak hama, ditambah lagi obatnya mahal, satu botol kecil Rp. 200 ribu," jelasnya.
Pihaknya mengaku, rata-rata untuk yang dihasilkan dari petani terbilang cukup sedikit, maka di jual untuk pedagang juga pasti sedikit.
"Kalau untung paling cuman Rp. 5 ribu sampai Rp. 10 ribu saja kalau dijual ke pedagang, nanti pedagang juga naikkan harganya dengan untung yang sama," tutupnya. (*)
| RSUD Bula Krisis Ambulans: Pasien Rujuk Pakai Mobil Pangkalan, Klaim BPJS Hangus |
|
|---|
| Pelayanan Bedah RSUD Bula Kewalahan, 8 Ruang Rawat Hanya 2 yang Berfungsi |
|
|---|
| Gedung Baru RSUD Bula Belum Dimanfaatkan, Terkendala Selasar Penghubung |
|
|---|
| Interupsi Wakil Ketua II DPRD SBT Berujung Ricuh, Diduga Tersinggung Bahasa Tubuh Ahmad Voth |
|
|---|
| Jaksa Hadirkan 5 Saksi, Dugaan Korupsi Rp. 798 Juta di Kejari SBT Kian Terbuka |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Hargae-pasar-egh.jpg)