Jumat, 24 April 2026

Masohi Hari Ini

Penjual di Maplaz Masohi Mengeluh, Daya Beli Masyarakat Menurun

Pantauan pukul 11.00 WIT, pusat perbelanjaan itu dari dalam nampak sepi, sedangkan dari luar gedung juga tak nampak keramaian yang berarti.

TribunAmbon.com/Silmi
MASOHI PLAZA - Tampak sepi Masohi Plaza di Jalan Abdullah Soulissa, Maluku Tengah, Jumat (30/5/2025). 

‎Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo

‎MASOHI,TRIBUNAMBON.COM – Sepekan menjelang Idul Adha 1446 Hijriah, Jumat (30/5/2025) suasana pusat perbelanjaan Masohi Plaza (Maplaz) terbilang sepi.

‎Pantauan TribunAmbon.com, sekira pukul 11.00 WIT, pusat perbelanjaan itu dari dalam nampak sepi, sedangkan dari luar gedung juga tak nampak keramaian yang berarti.

‎Bahkan, sejumlah los yang berada di sisi kanan Maplaz juga nampak masih tutup.

‎Selama satu jam memantau baik dari luar gedung maupun dari dalam gedung, pengunjung yang masuk dan keluar melalui pintu utama diperkirakan hanya 15-20 pengunjung.

Baca juga: Aleg Dapil Malteng Dorong 3 Pelabuhan di Pulau Seram Tersentuh Program Tol Laut

‎Pengunjung yang datang tidak langsung berbelanja, melainkan sekedar bertanya harga dan berlalu, sesekali terlihat hanya mengobrol dengan penjual.

Terlihat pengunjung berdatangan membawa anak, merekalah yang memberi kesan kesibukan di dalam area berjualan itu.

‎Bangunan Mamplaz juga terlihat baru dipadati di lantai satu saja, sementara lantai dua hanya 5 hingga 6 toko yang terisi.

Mirisnya, lantai 3 dan 4 masih kosong memberi kesan terbengkalai.

‎Fitri, salah seorang penjaga toko pakaian yang ditemui TribunAmbon.com, mengeluhkan kondisi sepinya pengunjung.

‎"Kondisinya sunyi seperti ini, dan sudah berlangsung lama. Bahkan ada kondisi dimana lima hari berturut-turut tidak ada pembeli sama sekali," ujar Fitri.

‎Dikatakan, daya beli masyarakat seakan menurun di akhir bulan ini.

Baca juga: Intip Jumlah Calon Anggota Polri Lolos ke Tahap Rikkes II Polda Maluku

Maplaz akan ramai saat hari-hari besar, semisal Bulan Suci Ramadan, Lebaran Idulfitri, dan hari Natal.

‎"Kalau Lebaran atau Natal itu biasanya toko tutup sampai dekat malam," tuturnya.

‎Namun, lanjut Fitri, di hari-hari seperti ini ia bahkan menutup toko pada pukul 16.30 WIT, lantaran sepinya pembeli.

‎"Buka toko jam 08.00 WIT sementara jam setengah lima sudah tutup toko. Bahkan beberapa hari ini rata-rata hanya memperoleh Rp. 100 ribu sampai Rp. 200 ribu yang akan disetor ke bos," ungkap fitrI. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved