Rabu, 29 April 2026

Maluku Terkini

Alami Gangguan Mesin, 11 Nelayan Terombang-Ambing Selama 5 Hari di Perairan Seram

Saat ini, 11 nelayan itu sedang di evakuasi oleh masyarakat dan dibantu pihak Polsek Pasanea serta Basarnas Ambon.

|
Sumber : Basarnas Ambon
NELAYAN TEROMBANG-AMBING - Basarnas Ambon menuju perairan dimana 11 nelayan terombang-ambing, gambar diterima TribunAmbon.com, Kamis (22/5/2025). 

Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi  Sirati Suailo

‎MASOHI,TRIBUNAMBON.COM - 11 nelayan terombang-ambing selama lima hari di lautan saat hendak bertolak balik dari Irian ke Pasanea, Kecamatan Seram Utara Barat Maluku Tengah.

Saat ini, 11 nelayan itu sedang di evakuasi oleh masyarakat dan dibantu pihak Polsek Pasanea serta Basarnas Ambon.

Kepala Pemerintah Negeri Pasanea Najib Salaputa menerangkan kronologisnya berawal dari Rustam dan temanya berjumlah 10 orang bertolak dari Pasanea menuju Aduwei dan Waigama (pulau kenari) di Irian/Papua sejak 8 Mei 2025 untuk mencari ikan.

Kemudian pada tanggal 16 Mei 2025 Rustam dan 10 rekannya kembali pulang ke Seram Negeri Pasanea, namun dalam perjalanan sekitar perairan Seram dan Irian, mesin kapal mengalami gangguan dan mati di tengah laut.

‎"Rustam dan teman-temannya menggunakan body mesin tempel bertolak dari Pasanea menuju Aduwei dan Waigama (Pulau Kenari) di Irian/Papua tanggal 8 mei dan balik lagi itu tanggal 16 mei tapi sayangnya mesin kapalnya mati ditengah laut," ujar Salaputa dalam rilis tertulisnya yang diterima Kamis (22/5/2025).

Lanjut dikatakan, saat 11 nelayan ini hanyut selama 5 hari di lautan dan kehabisan makanan, barulah pada Rabu (21/5/2025) mereka melihat Pulau Tujuh atau Pulau Besar dan berhasil menemukan signal dan memberikan kabar ke keluarga.

‎"Rustam telpon ke Bapa Acang di Pasanea tepat jam 13.30 WIT, Bapa Acang sampaikan informasi ke saya Raja Pasanea untuk bisa dibantu kepulangan mereka," tutur Salaputa.

Baca juga: Oknum Satpol PP Ternate Dituntut 4 Bulan Penjara Buntut Aniaya Jurnalis 

Baca juga: Disdukcapil SBT Tegaskan Pembuatan E-KTP Paling Lambat Dua Hari Jadi

Setelah mendapatkan informasi itu, langsung dilaporkan ke Kapolsek Pasanea sembari menyiapkan bodi Arumbae atau Belang untuk segera menuju ke lokasi perairan yang disampaikan Rustam.

‎Untuk pencarian dengan Arumbae, KPN Pasanea siapkan tiga orang warga Pasanea bersama Kapolsek Pasanea dan dua anggotanya langsung menuju lokasi perairan pukul 04.00 WIT sore kemarin.

‎selain itu juga, Basarnas Ambon telah bergerak untuk melakukan pencarian.

‎"Sementara sudah direspon laporannya, tim dari Bula yang sudah bergerak," ujar Yani Wattimena salah satu staf Basarnas. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved