Senin, 11 Mei 2026

Maluku Terkini

HUT ke-208 Pattimura, Ini Kata Gubernur Hendrik

Peringatan 208 tahun perjuangan Kapitan Pattimura di Pulau Saparua, Kamis (15/5/2025).

Tayang:
Penulis: Maula Pelu | Editor: Mesya Marasabessy
Diskominfo Maluku
HARI PATTIMURA KE-208 - Gubernur dan Wakil Gubernur didampingi istri, hadir dalam peringatan hari Pattimura ke 208 di Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Kamis (15/5/2025). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Suasana penuh semangat dan haru menyelimuti lapangan Pattimura di Saparua, Maluku Tengah saat memperingati 208 tahun perjuangan Kapitan Pattimura, Kamis (15/5/2025). 

Peringatan kali ini mengusung tema Lanjutkan Perjuangan Pattimura Par Maluku Pung Bar.

Bertindak selaku Upulatu Upacara, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, menyampaikan bahwa peringatan ini menjadi lebih dari sekedar mengenang sejarah. 

Momen ini adalah ajakan untuk melanjutkan semangat kepahlawanan dalam bentuk yang lebih relevan masa kini. 

“Perjuangan hari ini adalah bagaimana kita mentransformasikan Maluku, menuju Maluku yang maju, adil dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045, semangat Lawamena Haulala mengajarkan bahwa untuk mencapai Maluku pung bae, kita harus bekerja bersama, bahu membahu tanpa melihat perbedaan,” ungkapnya.

Baca juga: Landmark Langgur Mendadak Bersih Pasca Kunker Gubernur Hendrik Lewerissa

Baca juga: Aksi Delvintor Alfarizi Hipnotis Ribuan Penonton Parbulu Grasstrack Championship Series 2025

Maka dari itu ditegaskan, Pattimura zaman sekarang tidak lagi mengangkat parang dan salawaku, tapi menggunakan kecerdasan, inovasi, kebijakan teknologi, kerja keras, loyalitas dan solidaritas, untuk melawan kemiskinan, ketimpangan pembangunan, keterbelakangan pendidikan, kerapuhan nilai sosial dan budaya, serta ancaman terhadap toleransi dan persaudaraan.

Itu sebabnya, ditambah Lewerisa bahwa Pemerintah Provinsi Maluku melalui Sapta Cita Lawamena, terus berikhtiar membenahi tata kelola pemerintahan, mempercepat pembangunan infrastruktur, memperluas layanan pendidikan dan kesehatan, serta memperkuat ketahanan sosial budaya sebagai masyarakat kepulauan.

“Semua ini kita kerjakan dalam semangat kolaborasi, partisipasi dan keadilan, namun saya harus katakan bahwa semua tidak berarti tanpa partisipasi aktif masyarakat, dan semua elemen, oleh sebab itu saya mengajak kita semua menjadi Pattimura-Pattimura di bidang kita masing-masing, guru yang mengabdi dengan tulus, petani dan nelayan yang mengelola tanah dan hasil laut dengan bijak, ASN yang melayani rakyat dengan hati, aparat negara yang bertindak berdasarkan kebenaran dan keadilan, anak muda yang kreatif, inovatif, cinta damai dan berpikiran maju,” ujar Lewerisa.

Akhir sambutan Lewerissa berpesan kepada seluruh masyarakat Maluku, untuk merawat sejarah dan jaga jati diri, jangan sampai anak cucu kita tumbuh tanpa mengenal siapa itu Pattimura dan semangat perjuangannya.

Lebih lanjut, memperkuat persaudaraan dan jangan biarkan perbedaan meretakkan hubungan antar orang bersaudara, sebab Pattimura mengajarkan kita bahwa kekuatan terbesar Maluku adalah persatuan dan kebersamaan.

“Jika Pattimura berani melawan penjajah untuk kemerdekaan, maka kita harus berani melawan kemalasan perpecahan dan ketidakadilan demi kemajuan bersama,” pesan Lewerissa. 

“Tanah ini pernah disiram darah pejuang, maka jangan kita nodai dengan kebencian, perpecahan dan pengkhianatan terhadap nilai persaudaraan,” tutupnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved