Minggu, 12 April 2026

Maluki Terkini

Duh! Lonjakan Harga Cabai di Maluku Tenggara Tertinggi di Indonesia 

Pada 21 April 2025 lalu, terjadi lonjakan harga cabai di wilayah Malra dengan kategori tertinggi di Indonesia

Istimewa
PEMKAB MALRA : Wakil Bupati Malra Charlos Viali Rahantoknam saat menghadiri rakor bersama PT PELNI Rabu (23/4/2025). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Megarivera Renyaan

LANGGUR, TRIBUNAMBON.COM - Kurangnya produksi lokal petani cabai di Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) jadi masalah krusial.

Hal tersebut, dikemukakan Wakil Bupati Malra Charlos Viali Rahantoknam saat menghadiri kegiatan rapat Koordinasi Optimalisasi Peran PT Pelni, di Balai Kota Tual, Rabu (23/4/2025).

Menurut Viali, Komoditi yang paling rentan mengalami gejolak harga di antaranya, cabai rawit, cabai merah, cabai keriting, bawang merah, telur ayam ras, termasuk komoditi perikanan yang masih tergantung dengan kondisi alam.

"Data terakhir sesuai rapat koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), pada 21 April 2025 lalu, terjadi lonjakan harga cabai di wilayah Malra dengan kategori tertinggi di Indonesia," ungkapnya.

Terkait lonjakan harga, Viali mengatakan Pemkab Malra telah melakukan upaya-upaya yaitu mendorong peningkatan produksi di level petani, serta koordinasi untuk pasokan dari luar daerah.

Baca juga: Perbaikan Jembatan Rumadian-Dian, Usemahu Tegaskan Anggaran Murni Ditanggung Pemprov Maluku

Baca juga: Soal Jembatan Dian-Tettoat, Kadis PUPR Maluku Sebut Pasang Bracing dulu baru Hotmix 

"Terkait produksi pertanian, maka pada kondisi tertentu hasil cabai dan bawang merah menjadi produk yang cukup banyak dihasilkan. Namun sangat cepat terserap pasar," ujarnya.

Namun, nyatanya dilapangan produksi komoditas pangan dari di Malra belum mencukupi kebutuhan konsumsi masyarakat. 

Hal ini mengakibatkan ketergantungan akan pasokan dari luar daerah masih cukup tinggi.

"Untuk itu hingga saat ini Malra masih membutuhkan suplai pangan dari Maluku Tengah," pungkasnya.

Lanjut dikatakan, komoditi cabai dan bawang merah, ini sangat rentan terjadi gejolak harga, serta memberi andil terjadinya inflasi.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved