Selasa, 5 Mei 2026

SBT Hari Ini

Krisis Air Bersih, Warga di Desa Lalasa Seram Bagian Timur Terpaksa Seberangi Laut

Kondisi itu diungkapkan Komandan Pos Rayon Militer (Danposramil)  Kecamatan Pulau Panjang Sertu Bakri Kilbaren kepada Tribunambonmcom, Rabu (23/4/2025

Tayang:
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Silmi Suailo
AIR BERSIH - Proses pengambilan air menggunakan speedboat oleh masyarakat desa Lalasa, kecamatan Pulau Panjang, kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, Rabu (23/4/2025). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima 

BULA, TRIBUNAMBON.COM - Warga di desa Lalasa, kecamatan Pulau Panjang, kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) terpaksa seberangi lautan untuk dapatkan air bersih.

Kondisi itu diungkapkan Komandan Pos Rayon Militer (Danposramil)  Kecamatan Pulau Panjang Sertu Bakri Kilbaren kepada Tribunambonmcom, Rabu (23/4/2025).

Dijelaskan, biasanya warga hanya mengandalkan air hujan sebagai pengganti air bersih tuk aktivitas sehari-hari, mulai dari mandi, hingga mencuci piring dan pakaian.

Namun, ketika musim kemarau tiba warga mengalami krisis, alhasil mereka harus menyebrangi lautan untuk memastikan ketersediaan stok air bersih .

Untuk menyeberangi lautan, warga menumpangi loang boat dengan membawa jerigen dan penampung air lainnya.

Baca juga: Jembatan penghubung Rumadian-Dian Belum Diperbaiki, Usemahu Ngaku Masih Berkoordinasi 

Baca juga: Pedagang Minta Lapak Kosong di Pasar Bula Segera Diisi Kembali

"Kalau tidak ada hujan, biyasa di musim kemarau itu masyarakat ambil di kampung sebelah di kecamatan, tapi lewat laut, itu jaraknya kurang lebih empat kilo meter, menggunakan speedboat dan longboat, bahkan dulu ada yang panggayung (dayung)," ujarnya.

"Yang masyarakat sering ambil itu memang air tawar dari mata air di sumur," lanjutnya.

Lanjutnya, jika kondisi cuaca di lautan memburuk, kerap warga hidup tanpa air bersih hingga sepekan.

"Kalau musim ombak ituu juga terganggu, karena seng (tidak) bisa ambil air di kampung sebelah, beruntung kalau jujan, kalau seng(tidak) itu setengah mati air," tambahnya.

Ia berharap, agar kondisi itu bisa menjadi perhatian serius pemerintah kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), jika tidak pihaknya akan terus mewarisi masalah tersebut selamanya.

"Intinya pemerintah kalau bisa bantu Katong jua, masa setiap keturunan selalu rasakan hal yang sama," tutupnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved