Kasus Penipuan
Waspada! Marak Kasus Penipuan dan Pemerasan Lewat Video Call di Ambon, Korban Merasa Dihipnotis
Kasus terbaru menimpa seorang perempuan berinisial LS (30), warga Ambon yang menjadi korban setelah menerima panggilan
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Masyarakat Kota Ambon diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan dan pemerasan baru yang dilakukan melalui panggilan video (video call).
Kasus terbaru menimpa seorang perempuan berinisial LS (30), warga Ambon yang menjadi korban setelah menerima panggilan telepon WhatsApp dari nomor tak dikenal.
Kepada TribunAmbon.com, Korban menceritakan kronologi kejadian yang bermula pada Kamis (17/4/2025) sekitar pukul 19.30 WIT. Saat itu, ia menerima panggilan dari nomor yang tidak dikenalnya.
"Saya menjawab telepon itu, ada suara laki-laki yang seolah sok akrab menanyakan kabar saya," ujarnya, Selasa (22/4/2025).
Percakapan berlanjut, dan pelaku meminta korban untuk tidak mematikan panggilan telepon saat korban hendak pergi menemui teman-temannya.
"Pelaku mengatakan untuk ikuti saja panduannya, saya seperti merasa terhipnotis. Saya lalu lanjut perjalanan ke tempat nongkrong, saat itu panggilan masih berlangsung namun tidak ada percakapan. Namun saat itu saya juga tidak sadar untuk seharusnya mematikan panggilan misterius itu," lanjut korban.
Keanehan semakin terasa ketika sekitar pukul 23.00 WIT, pelaku menyuruh korban untuk pulang.
Baca juga: Kasus Korupsi SMP 9 Ambon, Saksi Sebut Sejumlah Nota dan Cap Lunas Dibuat Sendiri
Baca juga: Sempat Tertunda, Upah Tenaga Kebersihan di Maluku Tenggara Akhirnya Dibayarkan
"Saat itu saya masih bersama teman-teman, anehnya saya ikut arahan pelaku untuk pulang. Saya tiba di rumah sekitar pukul 23.30 WIT. Tiba-tiba saya merasa sangat mengantuk, tidak sempat melakukan aktivitas lainnya. Lalu pelaku mengajak saya video call. Pelaku meminta untuk video call sambil tiduran. Setelah itu saya ketiduran dan tidak lagi sadar sampai pukul 04.30 WIT," jelasnya.
Pagi harinya, korban mengaku tidak lagi mengingat panggilan telepon misterius tersebut dan beraktivitas seperti biasa.
Namun, teror kembali terjadi pada Jumat (18/4/2025) sekitar pukul 16.30 WIT. Pelaku menghubungi korban berulang kali, tercatat sebanyak delapan panggilan tak terjawab. Korban tidak menjawab panggilan tersebut.
Puncaknya terjadi pada Sabtu (19/4/2025), pelaku kembali menghubungi korban secara intensif dengan 30 panggilan tak terjawab.
Pelaku juga mengirim pesan singkat dan meminta korban untuk menjawab teleponnya, bahkan mengancam akan memviralkannya.
"Saat saya jawab teleponnya, kami berdebat panjang. Pelaku ancam akan memviralkan saya, tapi saya juga tidak tahu memviralkan dalam hal apa. Saya bilang saya tidak takut, viralkan saja. Tapi saya belum tahu apa yang mau diviralkan pelaku. Saya bilang akan melapor masalah ini ke kepolisian, lalu pelaku mengakhiri panggilan. Sejurus saat itu pelaku lalu memblokir saya," ungkap korban.
Merasa menjadi korban tindak kejahatan, korban kemudian melaporkan kejadian ini ke Polda Maluku pada Sabtu (19/4/2025).
"Saat sampai di kantor polisi, nomor tersebut dilacak keberadaannya dan diketahui berlokasi di Kota Depok, Jawa Barat," katanya.
Pihak kepolisian juga menyampaikan kepada korban bahwa modus penipuan dan pemerasan serupa sering terjadi.
Menanggapi kejadian ini, korban mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menerima panggilan dari nomor yang tidak dikenal.
"Apalagi jika si pemanggil tidak menjelaskan identitasnya. Pasalnya kasus penipuan seperti ini tidak hanya terjadi pada laki-laki tetapi juga perempuan," pesannya.
Masyarakat diharapkan untuk selalu waspada dan tidak mudah mengikuti arahan dari orang yang tidak dikenal melalui sambungan telepon maupun video call.
Jika menerima panggilan mencurigakan, segera abaikan dan laporkan kepada pihak berwajib. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.