Info Daerah
Pemerintah Gonta Ganti Kurikulum, Bagaimana Imbasnya ke Sekolah Daerah 3T?
Kepala SDN 355 Maluku Tengah, Fredy Fernando Loumaly rasa dilematis karena pemberlakuan kurikulum dirasakan oleh sekolah yang ada di Pedalaman.
Penulis: Silmi Sirati Suailo | Editor: Ode Alfin Risanto
Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo
MASOHI,TRIBUNAMBON.COM - Pergantian kurikulum secara rutin oleh pemerintah membuat dilematis bagi tenaga pendidik di satuan pendidikan daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
Terbaru, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bakal mengimplementasi kurikulum nasional di seluruh jenjang dari PAUD sampai menengah di seluruh provinsi dan kabupaten/kota di tahun 2025 ini
Menenggapi hal itu, Kepala SDN 355 Maluku Tengah, Fredy Fernando Loumaly rasa dilematis karena pemberlakuan kurikulum dirasakan oleh sekolah yang dia pimpin terlebih dengan keterbatasan sarana dan akses ke pedalaman Seram Utara tepat di Desa Hatuolo.
Dirinya mengaku saat ini sekolahnya masih menggunakan kurikulum campuran.
"Sekolah yang berada di daerah 3T Kabupaten Maluku Tengah, Sistem belajar masih disesuaikan," ujar Loumaly kepada Tribun Ambon.com, Rabu (16/4/2025).
Walau masih bersekolah di rumah warga, kepsek tetap optimis bisa memberikan pembelajaran yang optimal kepada 17 peserta didiknya.
"Tahun kemarin katong (kita) punya program khusus guri di daerah 3T, yaitu peningkatan kapasitas mutu pendidikan, bentuknya sosialisasi," terang dia.
Saat ini, sekolah hanya memiliki dua guru pembantu yang notabene adalah lulusan SMA.
Sekolah darurat pun sedang diupayakan pembangunannya bersama dengan masyarakat.
Baca juga: Sering Last Minute, Fraksi Golkar DPRD Malteng Minta Pembahasan RAPBD 2026 Dilakukan Lebih Awal
Baca juga: Usai Ditetapkan Tersangka, Status PPPK RW Bakal Ditinjau Kembali
"Kemarin ada yang mau untuk diurus menjadi sekolah darurat, dengan bantuan salah satu dewan provinsi.
Hasil rapat bersama dengan stakeholder desa, kami sudah memetakan kebutuhan sekolah darurat," ungkap Loumaly.
Walau tanpa bangunan sekolah dan akses ke daerah pelosok penuh tantangan, kepsek tak pantang menyerah memperjuangkan pengadaan fasilitas sekolah.
"SK pengadaan bantuan Starling dan solar panel 2000 Watt dari dinas pendidikan yang ditandatangani oleh bupati," kata dia.
Diketahui, kurikulum K-13 dan kurikulum Merdeka masih dipakai di beberapa sekolah. Ihwal persoalan itu, Kemendikdasmen mengaku bakal menerapkan deep learning berdampingan dengan kedua kurikulum yang ada. (*)
| Jadwal Kapal Maluku: Tiga Kapal dari Pelabuhan Slamet Riyadi Ambon, Rabu 19 November 2025 |
|
|---|
| Ratusan Warga Kamarian - Seram Bagian Barat Nikmati Pemeriksaan Gratis dan Pembagian Kacamata Baca |
|
|---|
| Program Tak Jelas, PMKRI Ambon Desak Kanwil Kemenag Maluku Copot Kabimas Katolik |
|
|---|
| Satreskrim Polres Malra, Serahkan Tiga Tersangka Pembacokan di Ohoi Selayar ke Kejaksaan |
|
|---|
| Genjot Pembentukan Koperasi Merah Putih, Matdoan Ingatkan Segera Urus Legalitas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Daerah-3T.jpg)