Selasa, 5 Mei 2026

Info Daerah

Harga Bahan Pokok di Pasar Langgur Maluku Tenggara Stabil, Namun Sepi Pembeli 

Pantauan TribunAmbon.com di sejumlah lapak, Rabu (16/4/2025) pukul 09.15 WIT, harga sejumlah bahan pokok tidak mengalami kenaikan.

Tayang: | Diperbarui:
TribunAmbon.com/vera
HARGA BAPOK : Harga bahan pokok dari gula hingga beras terpantau stabil di pasar Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara, Rabu (16/4/2025). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Megarivera Renyaan

LANGGUR, TRIBUNAMBON.COM - Harga bahan pokok di Pasar Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) Provinsi Maluku terpantau stabil.

Pantauan TribunAmbon.com di sejumlah lapak, Rabu (16/4/2025) pukul 09.15 WIT, harga sejumlah bahan pokok tidak mengalami kenaikan.

Seperti beras, gula, tepung, minyak goreng, telur, dan kebutuhan bahan pokok lainnya.

Harga telur produksi Surabaya misalnya masih berada di kisaran Rp. 65 ribu per rak.

Kemudian, telur produksi Desa Ngadi, Kecamatan Dulah Selatan, Kota Tual juga dihargai Rp. 65 ribu per rak.

Baca juga: Update Harga Bumbu Dapur di Pasar Langgur, Cabai Sentuh Rp 150 ribu, Bawang Rp 60 ribu 

Baca juga: Lindungi Data Pribadi, Taspen Imbau Peserta Waspada Penipuan Berkedok Pembaruan Data

Minyak Kitta refil masih di harga Rp. 18 ribu, sementara kemasan botol Rp. 19 ribu .

Untuk Gula jenis KBA masih di angka yang sama yakni Rp. 20 ribu per kilo. Per karung ukuran 50 kilo dibandrol Rp. 920 ribu.
 
Beras Mawar KW dihargai Rp. 15 ribu per kilo, per karung ukuran 17 kilo Rp. 230 ribu.

Sedangkan beras merek Piala dan Kelinci dihargai Rp 15 ribu perkilo untuk harga per karung 15 kilo kompak berada di angka Rp. 230 ribu.

Danci, pedagang di Pasar Langgur mengatakan harga bahan pokok masih stabil belum ada kenaikan.

"Sejauh ini pasokan barang mulai meningkat, stok barang juga tersedia sehingga menekan kenaikan harga," ujarnya.

Menurutnya, walaupun harga stabil namun sepi pembeli alias tidak seramai dulu.

"Kita jualan sehari saja beras per karung yang laku hanya mencapai satu atau dua karung, bahkan tidak ada sama sekali dalam sehari, mungkin pengaruh gaji yang belum kunjung diterima pegawai," pungkasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved