Info Daerah
Polda Maluku Minta Sasi Adat Hawear di Malra, Jadi Role Mode Penanganan Konflik
Polres Malra, Pemkab, Forkopimda dan tokoh masyarakat, tokoh agama hingga tokoh adat menempuh upaya lain, yakni pemasangan sasi adat lokasi bentrokan.
Penulis: Megarivera Renyaan | Editor: Ode Alfin Risanto
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Megarivera Renyaan
LANGGUR, TRIBUNAMBON.COM - Konflik antar warga kerap terjadi dibeberapa kawasan di Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) seperti Karang Tagepe, Ohoijang, Perumda, Lorong Kalwedo dan Pokarina.
Upaya untuk mengatasi bentrok telah dilakukan, termasuk penegakan hukum kepada para pelaku. Namun, tindakan ini belum membuahkan hasil. Konflik masih terus terjadi.
Untuk mencegah konflik yang tak kunjung selesai, Polres Malra, Pemkab, Forkopimda dan tokoh masyarakat, tokoh agama hingga tokoh adat menempuh upaya lain, yakni pemasangan sasi adat atau hawear di lokasi bentrokan beberapa waktu lalu.
"Proses adat yang dilakukan Pemkab Malra bersama Forkopimda dan masyarakat adat di sana patut dijadikan contoh dalam penanganan konflik di daerah lain di Maluku," ujar Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Areis Aminnula, Selasa (15/4/2025).
Menurutnya, setelah dilakukan sasi hawear dan sumpah adat, selanjutnya para tokoh adat memberikan sosialisasi kepada seluruh masyarakat di masing-masing wilayah.
"Proses adat juga ditandai dengan pemasangan hawear yang bertujuan untuk menghentikan pertikaian antara dua belah pihak bertikai," katanya.
Hingga saat ini ritual adat yang dilakukan antara wilayah berkonflik di Malra masih memiliki kekuatan. Hukum adat masih dihargai, sambil tetap menghormati dan memperkuat proses hukum positif.
"Ritual ini juga menjadi sarana untuk mengatasi ketidakpercayaan yang mendalam antar kelompok masyarakat dan antara masyarakat dengan pemerintah. Dan keberhasilan ritual ini bergantung pada ketulusan niat semua pihak dan kesediaan untuk terus melakukan konsolidasi dan rekonsiliasi," jelasnya.
Hingga saat ini, sasi adat yang menjadi inisiatif dari Polres Maluku Tenggara belum dicabut. Penempatan petugas keamanan juga masih disiagakan hingga situasi di daerah-daerah tersebut benar-benar aman selamanya.
"Sasi adat dan sumpah adat yang dilakukan di Malra dapat menjadi role model dalam penanganan konflik di sejumlah daerah di Maluku. Kami berharap, provinsi Maluku akan selalu aman, damai dan sejahtera," pungkasnya.(*)
| Jadwal Kapal Maluku: Tiga Kapal dari Pelabuhan Slamet Riyadi Ambon, Rabu 19 November 2025 |
|
|---|
| Ratusan Warga Kamarian - Seram Bagian Barat Nikmati Pemeriksaan Gratis dan Pembagian Kacamata Baca |
|
|---|
| Program Tak Jelas, PMKRI Ambon Desak Kanwil Kemenag Maluku Copot Kabimas Katolik |
|
|---|
| Satreskrim Polres Malra, Serahkan Tiga Tersangka Pembacokan di Ohoi Selayar ke Kejaksaan |
|
|---|
| Genjot Pembentukan Koperasi Merah Putih, Matdoan Ingatkan Segera Urus Legalitas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/SASI-ADAT.jpg)