Bupati Fachri Imbau Warga SBT Jaga Keharmonisan Sosial di Tengah Maraknya Konflik
Bupati SBT, Fachri Husni Alkatiri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk jaga kedamaian dan merawat nilai-nilai persaudaraan di Bumi Ita Wotu Nusa.
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Tanita Pattiasina
Laporan Wartawan Tribunambon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM - Maraknya konflik sosial di sejumlah daerah di Maluku menjadi perhatian serius Bupati Seram Bagian Timur (SBT), Fachri Husni Alkatiri.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kedamaian dan merawat nilai-nilai persaudaraan di Bumi Ita Wotu Nusa.
Ajakan itu disampaikan Fachri saat menghadiri reses anggota DPRD SBT, Daud Rumakabis, di Desa Administratif Tansi Ambon, Kecamatan Bula, Rabu (9/4/2025).
“Saya tidak ingin kejadian seperti itu terjadi di SBT. Ini pesan untuk semua—Kapolsek, Koramil, kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tentu saja seluruh warga. Katong baku jaga, supaya kehidupan masyarakat ini tetap harmonis,” ujar Fachri di hadapan ratusan warga yang hadir.
Baca juga: Reses Anggota DPRD, Ini Harapan Warga Kecamatan Pulau Gorom SBT
Baca juga: Banjir Rob di Wilayah SBT Hingga Ambon, Begini Kata Akademisi Kelautan
Ia menegaskan bahwa kebersamaan dan dialog terbuka menjadi kunci utama dalam mencegah perpecahan.
Menurutnya, media sosial sering kali menjadi pemicu konflik akibat penyebaran informasi yang tidak utuh atau provokatif.
Fachri mengimbau masyarakat untuk bijak dalam bermedia dan tidak mudah terpancing isu-isu yang bisa merusak keharmonisan sosial.
“Gunakan media sosial untuk hal-hal positif. Jangan biarkan itu jadi alat pemecah hubungan persaudaraan yang sudah lama kita bangun,” pesannya.
Fachri juga mencontohkan penyelesaian damai atas kesalahpahaman antar pemuda di Desa Kufar dan Desa Kilga, sebagai bukti bahwa dialog bisa menjadi jalan keluar dari potensi konflik.
“Alhamdulillah kemarin ada kejadian kecil, tapi bisa kita selesaikan secara baik-baik. Ini bukti bahwa kita bisa menjaga kedamaian bersama,” ujarnya.
Ia berharap masyarakat SBT bisa menjadi contoh daerah yang damai dan kondusif, meskipun di tempat lain mungkin sedang bergejolak.
“Kalau katong bisa hidup aman, maka pembangunan akan berjalan lancar. Mari sama-sama kita jaga SBT agar tetap jadi tempat yang damai untuk generasi sekarang dan yang akan datang,” tutup Fachri. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.