Jumat, 8 Mei 2026

Masalah Sampah di Maluku Tengah

Sampah Ancam Keindahan Pariwisata di Kecamatan Salahutu Maluku Tengah

Sepanjang jalan dari Negeri Suli hingga Negeri Liang, Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah ditemukan sebanyak 10 titik daerah pembuangan sampah liar. 

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Maula Pelu | Editor: Tanita Pattiasina
Maula Pelu
SAMPAH DI SALAHUTU - Sampah menumpuk di samping jembatan perbatasan antara Negeri Tulehu dan Waii, Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah, Selasa (1/4/2025) cemari lingkungan pantai. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu

AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Perilaku membuang sampah di beberapa titik pada wilayah Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah kian memprihatinkan.

Bahkan pemandangan sampah yang dibuang sembarangan oleh masyarakat pun menjadi pemandangan sehari-hari. 

Fenomena ini tidak hanya mengganggu estetika kawasan, tetapi juga mencemari lingkungan yang selama ini dikenal sebagai salah satu tujuan wisata di Maluku. 

Apalagi salah satu wisata di daerah tersebut pernah dinobatkan oleh UNPD-PBB pada 1990 sebagai pantai terindah di Indonesia.

Penelusuran TribunAmbon.com pada Selasa (1/4/2025), sepanjang jalan dari Negeri Suli hingga Negeri Liang, Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah ditemukan sebanyak 10 titik daerah pembuangan sampah liar. 

Baca juga: Warga Maluku Nikmati Libur Lebaran dengan Berwisata Sejarah ke Benteng Amsterdam

Baca juga: Dibangun 2011, Pabrik Pengolahan Rumput Laut di Letvuan Maluku Tenggara Terbengkalai

Sampah tersebut sebagian besar terdiri dari plastik dan sampah residu yang mencemari lingkungan sekitar. 

Salah satu titik yang paling mengkhawatirkan adalah di jembatan perbatasan antara Negeri Tulehu dan Waii, di mana sampah menumpuk hingga 2 meter lebih di samping jalan utama. 

Mirisnya, sampah tersebut sudah cukup lama tidak diangkut, bahkan separuh sampah telah masuk ke laut dan memperburuk lingkungan. 

Kondisi ini sangat mengganggu pengendara yang yang melintas, serta merusak citra daerah wisata yang menjadi jalur utama bagi wisatawan dan warga yang mau menuju Pulau Seram, Haruku, dan Saparua. 

“Jorok, akses utama ini masa tak bisa diperhatikan sampah-sampahnya,” ujar salah seorang wisatawan, Ali Nunlehu. 

Dirinya tegaskan bahwa pemerintah harusnya sensitif dengan melihat kondisi lingkungan tersebut. 

Hal ini agar selaras dengan dorongan peningkatan daerah wisata di Maluku. 

“Akses wisata seharusnya yang menjadi perhatian utama adalah tempat dan pengelolaan sampah yang baik. Tak seperti ini,” pintanya.

Tak Ada Anggaran Pengelolaan Sampah di Salahutu

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved