Info Daerah
Pembangunan Sekolah Negeri dan Swasta Berdekatan, DPRD Maluku Tengah Beri Atensi
Atas aduan itu, Ketua DPRD Maluku Tengah, Herry Men Carl Haurissa dari Fraksi Gerindra langsung memberi atensi
Penulis: Silmi Sirati Suailo | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo
MASOHI, TRIBUNAMBON.COM - Berdasarkan aduan dari masyarakat, sejumlah sekolah negeri di Seram Utara Barat dan Telutih Maluku Tengah dibangun berdekatan dengan sekolah swasta.
Atas aduan itu, Ketua DPRD Maluku Tengah, Herry Men Carl Haurissa dari Fraksi Gerindra langsung memberi atensi.
Kata Haurissa, Jumat (28/3/2025), ia menerima laporan dari Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Sitanala, ada pendirian sekolah (negeri) di Seram Utara Barat tepatnya di Desa Paa Kecamatan Seram Utara Barat.
Sayangnya, di lokasi tersebut sudah berdiri sekolah yayasan tetapi pemerintah kembali mendirikan sekolah negeri disana.
Menurut Politisi Gerindra itu, sekolah negeri dan swasta jangan dibangun berdekatan walaupun dengan tujuan meningkatkan kualitas pendidikan.
"Tetapi jangan dibangun berdekatan dengan sekolah yayasan," sesal Haurissa.
Baca juga: Tinjau UMKM, Bupati Maluku Tengah Kunjungi Sejumlah Lapak Takjil di Masohi
Baca juga: Polda Akui Brigpol Soumena Tak Dipecat Meski Terbukti Selingkuh, Picu Protes Pria Berkacamata Hitam
Disampaikan, sekolah yayasan perlu diterima dan diberi ruang untuk mengembangkan akses pendidikan.
"Karena sekolah itu (swasta) dari dulu kala sudah ada. Dari sejak zaman belum ada lampu jalan, masih pakai pelita," papar politisi itu.
Sebab itu, bagi Haurissa, kalau memang ada perbaikan-perbaikan fasilitas pendidikan seyogyanya dibangun di tempat-tempat yang belum ada sekolah, atau di tempat-tempat yang sekolahnya rusak.
"Tetapi jangan dibangun di samping sekolah yayasan, karena disitu kita mematikan pengembangan dari yayasan Sitanala itu sendiri," imbuh dia.
Salain di Seram Utara Barat, Haurissa turut menyoroti kasus sama yang terjadi di Desa Lafa, Kecamatan Telutih.
Di desa tersebut, ada sekolah yayasan tetapi kembali dihadirkan sekolah negeri, parahnya lagi siswanya di konversi masuk ke sekolah negeri.
"Menurut saya ini kebijakan yang tidak strategis. Mari kita beri ruang kepada pertumbuhan sekolah-sekolah yayasan. Sekolah ini sudah memberikan output yang begitu banyak kepada anak-anak bangsa. Dan juga sudah memberikan akses pendidikan di Maluku dan Malusku Tengah," pungkas dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Ketua-DPRD-Malteng-1.jpg)