Rabu, 29 April 2026

Info Daerah

Pembangunan Sekolah Negeri dan Swasta Berdekatan, DPRD Maluku Tengah Beri Atensi

‎Atas aduan itu, Ketua DPRD Maluku Tengah, Herry Men Carl Haurissa dari Fraksi Gerindra langsung memberi atensi

Tayang:
TribunAmbon.com/ Silmi Suailo
KETUA DPRD MALTENG - Ketua DPRD Maluku Tengah, Herry Carl Men Hausarissa saat diwawancarai di Masohi, Jumat (28/3/2025) 

Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo

‎MASOHI, TRIBUNAMBON.COM - Berdasarkan aduan dari masyarakat, sejumlah sekolah negeri di Seram Utara Barat dan Telutih Maluku Tengah dibangun berdekatan dengan sekolah swasta. 

‎Atas aduan itu, Ketua DPRD Maluku Tengah, Herry Men Carl Haurissa dari Fraksi Gerindra langsung memberi atensi. 

‎Kata Haurissa, Jumat (28/3/2025), ia  menerima laporan dari Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Sitanala, ada pendirian sekolah (negeri) di Seram Utara Barat tepatnya di Desa Paa Kecamatan Seram Utara Barat.

‎Sayangnya, di lokasi tersebut sudah berdiri sekolah yayasan tetapi pemerintah kembali mendirikan sekolah negeri disana. 

‎Menurut Politisi Gerindra itu, sekolah negeri dan swasta jangan dibangun berdekatan walaupun dengan tujuan  meningkatkan kualitas pendidikan. 

‎"Tetapi jangan dibangun berdekatan dengan sekolah yayasan," sesal Haurissa. 

Baca juga: ‎Tinjau UMKM, Bupati Maluku Tengah Kunjungi Sejumlah Lapak Takjil di Masohi

Baca juga: Polda Akui Brigpol Soumena Tak Dipecat Meski Terbukti Selingkuh, Picu Protes Pria Berkacamata Hitam

‎Disampaikan, sekolah yayasan perlu diterima dan diberi ruang untuk mengembangkan akses pendidikan. 

‎"Karena sekolah itu (swasta) dari dulu kala sudah ada. Dari sejak zaman belum ada lampu jalan, masih pakai pelita," papar politisi itu.

‎Sebab itu, bagi Haurissa, kalau memang ada perbaikan-perbaikan fasilitas pendidikan seyogyanya dibangun di tempat-tempat yang belum ada sekolah, atau di tempat-tempat yang sekolahnya rusak. 

‎"Tetapi jangan dibangun di samping sekolah yayasan, karena disitu kita mematikan pengembangan dari yayasan Sitanala itu sendiri," imbuh dia.

‎Salain di Seram Utara Barat, Haurissa turut menyoroti kasus sama yang terjadi di Desa Lafa, Kecamatan Telutih. ‎

‎Di desa tersebut, ada sekolah yayasan tetapi kembali dihadirkan sekolah negeri,  parahnya lagi siswanya di konversi masuk ke sekolah negeri. 

‎"Menurut saya ini kebijakan yang tidak strategis. Mari kita beri ruang kepada pertumbuhan sekolah-sekolah yayasan. Sekolah ini sudah memberikan output yang begitu banyak kepada anak-anak bangsa. Dan juga sudah memberikan akses pendidikan di Maluku dan Malusku Tengah," pungkas dia. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved