Rabu, 8 April 2026

Sidang Perdana Jemaat GPM Maneo Tinggi, Sekretaris Klasis Seram Utara Tempuh 10 Jam Jalan Kaki

Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Maneo Tinggi menggelar sidang jemaat perdana yang bersejarah, Senin (24/2/2025).

Ist
SIDANG JEMAAT -- Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Maneo Tinggi menggelar sidang jemaat di Gereja Dusun Maneo Tinggi, Negeri Maneo Rendah, Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) untuk pertama kali, Senin (24/2/2025). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis

TRIBUNAMBON.COM - Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Maneo Tinggi menggelar sidang jemaat perdana yang bersejarah.

Sidang ini dibuka langsung oleh Sekretaris Klasis Seram Utara, Pendeta Marceo Wattimury, yang menempuh perjalanan 10 jam dengan berjalan kaki karena tidak adanya akses transportasi. 

Persidangan ini berlangsung di Gereja Dusun Maneo Tinggi, Negeri Maneo Rendah, Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Senin (24/2/2025).

Dalam pidato pembukaannya, Pendeta Marceo Wattimury menyampaikan apresiasi yang mendalam atas semangat jemaat dalam melaksanakan sidang di tengah keterbatasan akses. 

"Meskipun harus berjalan kaki, ini merupakan sejarah baru bagi Jemaat GPM Maneo Tinggi yang dapat melaksanakan sidang dengan baik dan dalam kesederhanaan," ujarnya.

Baca juga: Gereja Katolik Keuskupan Amboina Jalani Tahun Yubelium Ordinari tuk Pengampunan Dosa

Baca juga: Jemaat GPM Latta Klasis Pulau Ambon Gelar Sidang Jemaat ke-50 Tahun 2025

Pendeta Wattimury menekankan pentingnya gereja untuk terus berkembang dan menjadi gereja yang profetik, yang mampu menghasilkan buah bagi kehidupan bersama. 

Ia juga mengajak jemaat untuk menjalankan misi panggilan gereja di wilayah pegunungan, dengan fokus pada pengembangan ekonomi dan mengajak keluarga serta pemuda untuk bercocok tanam demi kesejahteraan.

Selain itu, Sekretaris Klasis Seram Utara juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua Majelis Jemaat GPM Maneo Tinggi, Pendeta Elthon Pattinama dan semua pihak yang membantu terlaksananya sidang perdana. 

"Saya tetap mengajak jemaat untuk terus menciptakan perubahan. Sekalipun akses jalan, listrik, dan sinyal tidak ada, Jemaat GPM Maneo Tinggi akan terus bangkit untuk kemuliaan Tuhan," tegasnya.

Sidang jemaat perdana ini diikuti oleh 20 peserta, terdiri dari peserta biasa dan luar biasa. 

Sidang jemaat perdana ini menjadi bukti semangat dan ketangguhan Jemaat GPM Maneo Tinggi dalam menjalankan roda organisasi gereja di tengah berbagai keterbatasan. 

Semangat ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi jemaat-jemaat lain di wilayah Seram Utara.

Hasil persidangan melahirkan 5 rekomendasi penting:

  1. Menggantikan SP Sinar Kasih menjadi Jemaat GPM Maneo Tinggi.
  2. Mengangkat dan melantik panitia pembangunan pastori.
  3. Menggantikan lonceng gereja Jemaat GPM Maneo Tinggi.
  4. Mengangkat serta melantik pengasuh Sekolah Minggu Terpadu Pelayanan dan Ibadah (SMTPI).
  5. Mengangkat Tim Rencana Strategis (Rensra) jemaat, lima Majelis Jemaat yang terdiri dari tiga Penatua dan dua Diaken, empat Tuagama, dan Ketua Majelis Jemaat, serta membentuk Unit Ora Etlabora dan Unit Imanuel.
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved