Sabtu, 25 April 2026

Aniaya Ibu PIA

Merasa Tak Aman di Markas Lanud Pattimura, Korban KDRT Putuskan Tinggalkan Rumah Dinas

Bersama sejumlah kerabat, pakaian hingga peralatan rumah tangga dikemas dan dibawa keluar menggunakan mobil pickup, Senin (24/2/2025) malam.

Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Juna Putuhena
ILUSTRASI KEKERASAN - WK, korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) akhirnya memutuskan tak menempati lagi rumah dinas di lingkungan Markas Lanud Pattimura. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis

TRIBUNAMBON.COM - WK, korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) akhirnya memutuskan tak menempati lagi rumah dinas di lingkungan Markas Lanud Pattimura.

Bersama sejumlah kerabat, pakaian hingga peralatan rumah tangga dikemas dan dibawa keluar menggunakan mobil pickup, Senin (24/2/2025) malam.

Kepada TribunAmbon.com, WK mengaku khawatir akan keselamatannya.

"Kasus ini sudah viral, institusi juga belum bersikap, jadi takut suami malah yang bertindak memukul saya," ujarnya.

Bahkan saat tengah mengemas barang, sejumlah anggota Lanud datang kemudian mengambil gambar aktivitas kami.

"Saya merasa terintimidasi," cetusnya.

Dijelaskan, berulang kali mengalami kekerasan namun pelaporannya tidak ditindaklanjuti sebagaimana mestinya.

Itu membuat dirinya kerap merasa takut, kejadian buruk seketika bisa terulang lagi.

Baca juga: Dugaan KDRT di Lingkungan Lanud Pattimura: Kapen Sebut Itu Masalah Rumah Tangga Biasa

Baca juga: Lewerissa - Vanath Pimpin Bumi Raja-Raja, Berikut 3 Harapan KNPI Maluku

Sementara itu, Kepala Penerangan (Kapen) Lanud Pattimura, Letda Sus Lulut Dwi Atmanto yang dikonfirmasi tidak bersedia memberikan komentar.

Diberitakan sebelumnya, seorang istri anggota TNI Angkatan Udara di Ambon mengalami memar nyaris di sekujur tubuh lantaran diduga dianiaya suami sendiri.

Ialah WK, istri dari Pratu TLS, anggota Lanud Pattimura Ambon.

Mirisnya, ibu PIA (Persatuan Istri Anggota TNI Angkatan Udara) itu telah berulang kali mendapat perlakuan tak manusiawi dari suaminya itu.

Kepada TribunAmbon.com, perempuan yang belum setahun dinikahi itu mengaku tiga kali melaporkan kekerasan yang menimpanya ke POM Lanud Pattimura.

Disayangkan, laporannya tak ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.

Sumber: Tribun Ambon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved