Maluku Terkini
Lewerissa - Vanath Pimpin Bumi Raja-Raja, Berikut 3 Harapan KNPI Maluku
Menjawab kepentingan rakyat selama lima tahun kedepan, kompleksitas masalah dan kebutuhan pemerintahan harus diselaraskan bersama visi dan misi gubern
Penulis: Silmi Sirati Suailo | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Hendrik Lewerissa-Abdullah Vanath telah diserahkan tongkat komando tuk memimpin Provinsi Maluku.
Menjawab kepentingan rakyat selama lima tahun kedepan, kompleksitas masalah dan kebutuhan pemerintahan harus diselaraskan bersama visi dan misi gubernur dan wagub berjargon Lawamena demi pemenuhan kesejahteraan masyarakat.
Kepada awak Media, Senin (24/2/2025) kemarin, DPD KNPI Maluku di Bawah Kepemimpinan Faisal Syarif Hayoto menyampaikan tiga harapan penting.
Pertama, tata kelola birokrasi sekiranya Bisa dijalankan secara arif dan bijak, mengingat atensi dari rakyat yang diejawantahkan pada proses demokrasi kemarin.
"Itu dalam tata kelola pemerintahan, birokrasi serta terkhususnya pemenuhan hak rakyat di Maluku," ucap pria yang kerap disapa Echal itu.
Baca juga: Pimpin Rapat Perdana, Charlos Viali Rahantoknam Minta Dukungan Birokrasi Maluku Tenggara
Baca juga: Aktivis Perempuan Soroti Dugaan KDRT yang Libatkan Anggota TNI AU di Ambon
Kedua, berhubungan dengan perampingan anggaran besar-besaran oleh Presiden Prabowo Subianto tentunya hal ini Pun imbas terhadap pemerintahan di daerah.
"Olehnya Itu alokasi Kebijakan pemerintah Pusat lewat kementerian untuk dibawa ke daerah, akan kami dorong bersama-sama agar dapat menstabilkan ekosistem maupun penganggaran di daerah," tuturnya.
Selanjutnya menjadi harapan ketiga, ia menyoroti efektivitas kerja oleh pemerintahan baru mampu menerapkan meritokrasi di atas Segala kepentingan gerbong apalagi sampai tingkat over nepotisme.
"KNPI Siap Mendukung pemerintah provinsi selaku kawan berpikir, guna menjadi saluran aspirasi rakyat dalam pemenuhan kepentingan umum," tegasnya.
Echal juga menilai penolakan fasilitas mobil oleh gubernur ialah bentuk bagaimana Hendrik Lewerissa menghindari hedonis pada wilayah kepentingan pemerintah.
"Itulah yang membuat rakyat terpaku pada Hendrik lewerissa-Abdullah Vanath, semoga tidak sebagai pencitraan awal saja," kelakarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Faisal-Hayoto-x.jpg)