Harga Bumbu Dapur
Simak Harga Bumbu Dapur di Pasar Mardika Ambon Minggu 27 Oktober 2024
Harga sejumlah bahan dapur pasar Mardika, Kota Ambon masih stabil dalam sepekan ini.
Penulis: Maula Pelu | Editor: Tanita Pattiasina
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Harga sejumlah bahan dapur pasar Mardika, Kota Ambon masih stabil dalam sepekan ini.
Pantauan TribunAmbon.com, Minggu (27/10/2024), diantaranya Cabai atau cili, tomat, dan juga bawang.
Untuk cabai, terdapat dua jenis dan harga yang bervariasi.
Yakni cabai lokal yang berasal dari daerah di Maluku, (Kobisonta, Buru) dan Cabai Kapal yang berasal dari luar daerah Maluku (Makassar dan Surabaya).
“Memang di pasar sini, ada dua jenis cili. Cili kapal dan cili lokal,” jelas Jarna, saat ditemui TribunAmbon.com.
Baca juga: Harga Lemon Cina di Ambon Melonjak Naik, Tembus Rp. 50 Ribu Per Kilo
Baca juga: Hasil Tangkapan Melimpah, Harga Ikan di Pasar Mardika Ambon Turun, 10 Ribuan Dapat Banyak
Untuk cabai kapal jenis panjang Rp. 35 hingga Rp. 40 ribu per kilogram dan yang cabai pendek Rp. 50 ribu per kilogram
Sedangkan dari petani lokal, untuk cabai panjang Rp. 70 ribu per kilo dan cabai pendek Rp. 70 ribu per kilo.
Dijelaskan Jarna, harga cabai kapal lebih murah dikarenakan kualitasnya, dibanding cabai lokal.
“Kalau cili kapal itu 3 hari saja sudah mulai busuk. Makanya sistemnya obral. Kalau cili lokal itu lama. Bisa satu Minggu,” ungkapnnya.
Sementara untuk tomat, saat ini dibandrol Rp. 12 ribu. Dari satu Minggu kemarin Rp. 10 ribu.
Sementara bawang putih dan bawang merah, harganya masih bertahan dalam 2 pekan ini.
Yakni bawang merah Rp. 35 ribu per kilo, bawang putih Rp. 34 ribu.
“Kalau dari agen, kami ambil bawang merah Rp. 24 ribu per kilo yang kotor. Kami bersihkan, ada yang busuk. Dijual bersihnya Rp. 35 ribu,” sebutnya.
“Kalau bawang putih, kami ambil dari agen Rp. 34 ribu. Kami bersihkan dan dijual Rp. 45 ribu,” tambanya.
Untuk semua bahan dapur yang diterima, berasal dari luar daerah pulau Ambon. Yakni Namlea, Kobisonta, Manado, Surabaya, dan Makassar.
“Kalau bahan dapur, biasanya dari Namlea, Kobisonta, Manado, Surabaya, dan Makassar,” tutupnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.