Tawuran Siswa

Guru SMA 2 Ambon Disebut Pimpin Massa Tawuran Antar Siswa, Seisar: Tujuan Saya Melerai

Guru SMA Negeri 2 Ambon, Seisar Makailipessy membantah tuduhan atas dirinya yang disebut memimpin massa siswa saat terlibat tawuran.

Jenderal Louis
Guru SMA Negeri 2 Ambon, Seisar Makailipessy saat diwawancarai TribunAmbon.com, Kamis (17/10/2024) Sore. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Guru SMA Negeri 2 Ambon, Seisar Makailipessy membantah tuduhan atas dirinya yang disebut memimpin massa siswa saat terlibat tawuran dengan siswa SMK Negeri 4 di depan Kantor PUPR Kota Ambon.

Seisar menegaskan sebagai seorang guru dirinya bertanggung jawab atas keselamatan para siswa.

Sebab itu dirinya berlari dari sekolah ke lokasi kejadian guna melerai dan menertibkan.

Beruntung ada saksi mata yang membelanya saat kericuhan terjadi.

"Niatnya hanya untuk melerai dan menertibkan anak-anak yang terlibat tawuran. Untung saja ada salah satu tukang ojek memvideokan kejadian itu bahwa saya hanya mau cari pegawai PU siapa yang pukul anak sekolah," tuturnya kepada TribunAmbon.com, Kamis (17/10/2024).

Baca juga: Tawuran SMA 2 vs SMK 4 Ambon Berakhir Damai Dimediasi Aparat Polsek Sirimau

Baca juga: Diduga Pegawai PUPR Kota Ambon Terlibat Tawuran Siswa SMA 2 vs Siswa SMK 4

Lanjutnya, ada laporan dari siswa bahwa pelaku berbaju hijau memukuli dua orang siswa SMA Negeri 2.

Namun, diketahui usai memukul siswa pelaku kabur dan bersembunyi di kantor PUPR.

Sehingga dia ingin mencari pelaku berbaju hijau itu guna memastikan kebenarannya.

Ternyata niat baiknya itu ditolak, bahkan sejumlah pegawai PUPR mendorong tubuhnya.

"Itu berdasarkan laporan dari siswa saya bahwa ada pelaku berbaju hijau memukul dua siswa, satu laki dan satu perempuan. Informasi itu yang ingin saya konfirmasi ke PU, tetapi saya tidak diterima baik bahkan saya didorong-dorong oleh para pegawai," terangnya.

Menurutnya jika pelaku bukan pegawai atau bagian dari Dinas PUPR Kota Ambon, lantas mengapa dia bisa bersembunyi di gedung kantor.

"Pikiran saya ketika masuk di Kantor PU berarti dia merupakan pegawai PU atau orang yang sering masuk di situ. Jadi jika kami berpikir itu pegawai PU ya wajar saja. Karena yang terjadi dia masuk di situ dan ada saksi melihat yang bersangkutan setelah pukul kemudian masuk di Kantor PU," bebernya.

Seisar menilai ada upaya yang dilakukan guna menyembunyikan identitas pelaku.

"Kami menduga ada upaya melindungi yang bersangkutan, karena ketika saya mau masuk mereka menolak," pungkasnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved