Ambon Hari Ini

Unik, di PAUD Sadar Lingkungan Desa Laha Ambon, Bayar Uang Sekolah Pakai Sampah Plastik

Pembayaran uang sekolah di PAUD Sadar Lingkungan yang beralamat di Desa Laha, Kota Ambon ini cukup unik.

Penulis: Maula Pelu | Editor: Salama Picalouhata
Maula
Proses pembelajaran di Sekolah Paud Sadar Lingkungan, Jumat (4/10/2024). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Pembayaran uang sekolah di PAUD Sadar Lingkungan yang beralamat di Desa Laha, Kota Ambon ini cukup unik. 

Jika biasanya sekolah meminta pembayaran uang sekolah dengan uang, namun di PAUD Sadar Lingkungan ini pembayaran uang sekolah dengan sampah plastik

Kepala Sekolah PAUD Sadar Lingkungan, Santi Sainyakit mengatakan program ini hadir setelah banyak orang tua murid kesulitan membayar uang sekolah.

Program pembayaran uang sekolah dengan sampah plastik ini berlangsung sejak tahun 2019.

“Pembayaran SPP sampah ini bermula dari Rp 10 ribu yang sulit dibayar orang tua saat itu. Akhirnya banyak anak-anak yang berhenti sekolah. Inilah yang mendorong kami untuk menerapkan SPP berbayar sampah,” kata Santi saat dikonfirmasi TribunAmbon.com, Minggu (6/10/2024).

Sekolah sadar lingkungan 2

Baca juga: Beta Bank Sampah Ubah Sampah Plastik Jadi Barang Estetik, Lalu Dijual Mulai 20 Ribu hingga 2,5 Juta

Dijelaskan, sampah yang dibayarkan oleh orang tua murid itu, akan diolah dan dijual. Hasil,  digunakan untuk membayar SPP Siswa. 


Sampah yang diterima yakni botol aqua, tutup botol, tutup galon, kertas HVS, dan karton yang nantinya akan dijual kepada pengepul, dengan harga bervariasi. Berkisar dari Rp. 1.500 hingga Rp.3.000 per kilogram. 

Sementara sampah plastik lainnya, akan terkumpul dan diolah menjadi ekobrik, untuk membuat perabot rumah tangga seperti kursi, meja, dan lainnya yang nantinya akan dipasarkan. Dengan harga hingga jutaan rupiah. 

Dari hasil penjualan sampah inilah, yang digunakan untuk membayar iuran para siswa. 

“Nilai hasil dari sampah bervariasi dari masing-masing siswa per semesternya. berkisar antara Rp 300 ribu hingga Rp 1 juta per siswa,” sebutnya. 

Santi menjelaskan, bahwa sistem pembayaran berbasis sampah ini, tidak hanya membantu orang tua dari segi ekonomi, tetapi juga mengajarkan anak-anak pentingnya menjaga lingkungan sejak dini. 

“Melalui penerapan berbayar sampah, anak-anak dapat bersekolah gratis sekaligus diajarkan mencintai lingkungan,” tutur Santi. 

Dari sistem berbayar sampah, PAUD Sadar Lingkungan berhasil meluluskan sebanyak 200 lebih siswa. 

“Dari SPP berbayar sampah ini, kurang lebih telah ada 200 lebih siswa diluluskan,” tambahnya. 

Santi berharap, sistem ini selain mempermudah akses pendidikan, generasi selanjutnya lebih peduli terhadap lingkungan. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved