Dari Kota Ambon, Anak Muda Maluku Kampanyekan Jaga Iklim
Kampanye Jaga Iklim oleh anak-anak muda Maluku ini menyoroti dampak nyata krisis iklim yang telah dirasakan di Ambon.
Penulis: Maula Pelu | Editor: Tanita Pattiasina
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu
AMBON, TRIBUNAMBON.Com - Sejumlah anak muda yang tergabung dalam komunitas Penjaga Laut Maluku menggelar kampanye Jaga Iklim, Sabtu (29/6/2024).
Kampanye jaga iklim ini berlangsung di area Mangrove Waiheru, Ambon bersamaan dengan penanaman 1.500 anakan pohon mangrove yang diselenggarakan oleh Alfamidi Cabang Ambon.
Kampanye ini menyoroti dampak nyata krisis iklim yang telah dirasakan di Ambon.
Pantauan TribunAmbon.com di lokasi menunjukkan antusias para peserta yang membawa berbagai poster bertuliskan "Mangrove for Humanity," "Tanam dan Pelihara Mangrove," serta "Protect the Mangrove and Save Our Islands."
Baca juga: Dukung Kebijakan Pemkot, Alfamidi Ambon Hentikan Penggunaan Kantong Plastik Mulai 1 Juli 2024
Baca juga: Rayakan HUT Ke-17, Alfamidi Branch Ambon Tanam 1500 Bibit Mangrove di Pantai Waiheru
Salah satu anggota Penjaga Laut, Suci, menyatakan bahwa kampanye ini dilakukan sebagai respons atas dampak krisis iklim yang dirasakan warga Ambon.
“Kami lakukan kampanye ini sebagai respons atas krisis iklim yang sudah cukup parah yah kak. Bisa kita lihat dari curah hujan, dimana hujan tidak menentu, dan panas juga tidak menentu," ujar Suci kepada TribunAmbon.com.
Menurut Suci, upaya kecil yang dilakukan untuk mengkampanyekan dampak krisis iklim dan meningkatkan kesadaran publik sangat penting.
Ia juga mengajak anak muda di Maluku untuk melakukan hal-hal kecil dalam mencegah krisis iklim.
"Makanya, kami bersama teman-teman yang lain, katong bergerak untuk mencegah krisis iklim. Minimal katong mengurangi," tambahnya.
Suci menjelaskan bahwa banyak hal sederhana yang bisa dilakukan untuk mencegah krisis iklim.
"Sebenarnya banyak hal kecil yang dapat kami lakukan. Tanam mangrove juga merupakan salah satu kegiatan yang bisa dilakukan untuk mengurangi krisis iklim," katanya.
Selain itu, penggunaan botol minum sendiri dan mengurangi sampah sekali pakai juga menjadi langkah-langkah kecil yang bisa berdampak besar.
Melalui kegiatan ini, mereka berharap dapat mendorong kesadaran anak muda di Kota Ambon akan pentingnya menjaga lingkungan.
"Kami mau mendorong teman-teman anak muda di Kota Ambon lebih sadar lagi terhadap krisis iklim. Dari yang beta bilang tadi, hal-hal kecil yang dapat dilakukan sampai bisa merubah hal-hal yang lebih besar lagi," harapnya. (*)
| Potensi Gelombang pada 14 Wilayah Maluku, Berlaku 3-6 Juni 2026 |
|
|---|
| Inflasi Maluku Mei 2026 Capai 3,27 Persen, Ikan dan Sembako Jadi Pendorong Utama |
|
|---|
| Ini Poin Tuntutan Sopir Angkot ke Dishub Maluku Soal Penataan AKDP |
|
|---|
| Berderai Air Mata, Puluhan Guru Kecewa Upah PPPK Paruh Waktu di Malteng tak Sesuai Janji |
|
|---|
| Puluhan Sopir Angkot Demo Dishub Maluku, Tuntut Penataan AKDP |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Kampanye-jaga-iklim-waiheru.jpg)