Nelayan Selamat
3 Hari Pencarian, Tiga Nelayan Hilang di Laut Banda Maluku Ditemukan Selamat
seluruh korban berhasil dievakuasi oleh nelayan setempat dan dibawa ke RSUD Saparua untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Penulis: Maula Pelu | Editor: Tanita Pattiasina
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Upaya pencarian ketiga nelayan asal Pulau Banda, Kabupaten Maluku Tengah, yang mengalami hilang kontak beberapa hari lalu di perairan Laut Banda berbuahkan hasil.
Ketiganya akhirnya ditemukan selamat, Rabu (12/6/2024).
Mereka adalah Rusdi Laucen (34), La Bambang (29), dan Rudi Ahmad (43).
Kepala Basarnas Ambon, Muhamad Arafah mengatakan ketiganya ditemukan oleh masyarakat nelayan disekitar perairan Pulau Molana, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah.
Baca juga: Dugaan Nepotisme Paskibra, Benhur Sebut Itu Tindakan Diskriminasi
Baca juga: Dinas Tenaga Kerja Buru Desak PT. WWI Segera Bayar Tunggakan Gaji Karyawan
“Pukul 11.58 WIT, tim sar gabungan mendapatkan informasi dari keluarga korban, bahwa korban berhasil ditemukan oleh masyarakat nelayan disekitar perairan Pulau Molana, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah,” kata Arafah.
Ia menjelaskan sebelumnya pukul 08.00 WIT, Tim SAR Gabungan menggunakan longboat masyarakat menuju beberapa titik koordinat yang telah ditentukan oleh perhitungan SAR maps.
Upaya yang dilakukan tim sar itu, berhadapan dengan cuaca buruk. Namun keluarga menghubungi tim sar terkait ketiganya telah ditemukan selamat.
Mereka ditemukan dalam kondisi lelah namun selamat.
“Mereka ditemukan sekitar pukul 08.40 WIT,” tambahnya.
Lanjutnya, seluruh korban berhasil dievakuasi oleh nelayan setempat dan dibawa ke RSUD Saparua untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
"Ketiga nelayan asal Pulau Banda ini pergi melaut menggunakan 1 Unit Longboat sejak Minggu 9 Juni, sekitar pukul 6 pagi dari Desa Walling, hendak menuju Pulau Ay," ungkap Arafah.
Dijelaskan, namun hingga Senin pagi 10 Juni, ketiga nelayan tersebut tak kunjung kembali. Diduga mereka hanyut akibat rusaknya mesin longboat.
Dengan situasi seperti ini, Arafah menekan pentingnya para nelayan untuk bijaksana mengambil keputusan dalam melakukan aktivitas melaut.
“Mengingat perairan Maluku dan sekitarnya sedang memasuki cuaca buruk, para nelayan bijak dalam mengambil keputusan dalam melakukan aktivitas kelautan,” tegasnya. (*)
| Brigpol Isyebel Bantah Digerebek di Dalam Kamar Pria Lain: Kami Duduk di Tangga Rumah |
|
|---|
| Sengketa Lahan Negeri Tananahu dan PTPN, Bagaimana Komnas HAM Melihat Masalah di Tananahu? |
|
|---|
| Jadwal KM Ciremai 12 Mei - 13 Juni 2026: Terdekat Berlayar ke Sorong, Ambon, Bau Bau, Makassar |
|
|---|
| Polda Maluku Bongkar Peredaran Narkoba Jenis Sinte di Ambon, Security BKSDA Jadi Pengendali |
|
|---|
| Pemerintah Prioritaskan Pengakuan dan Perlindungan Hak Tanah Ulayat di Indonesia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Tiga-Nelayan-Banda-di-evakuasi.jpg)