Rabu, 13 Mei 2026

Nepotisme Paskibra

Dituding Nepotisme, Ini Klarifikasi Kesbangpol Provinsi Maluku

Kepada awak media, dirinya memastikan seluruh proses seleksi sudah dilaksanakan sebagaimana mestinya. Namun, dirinya membenarkan apa

Tayang:
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Tanita Pattiasina
Kepala Kesbangpol Provinsi Maluku saat diwawancarai awak media. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kepala Kesbangpol Provinsi Maluku, Daniel Indey angkat bicara soal tudingan nepotisme dalam seleksi Paskibraka Nasional asal Maluku.

Kepada awak media, dirinya memastikan seluruh proses seleksi sudah dilaksanakan sebagaimana mestinya.

"Kesbangpol tidak ada nepotisme. Kita Kesbangpol sesuai dengan ketentuan dan yang mereka berangkat ini sesuai dengan peringkat," ungkapnya.

Namun, dirinya membenarkan apa yang disampaikan Kristianie Lumatalale dalam pemberitaan beberapa media online.

"Apa yang disampaikan oleh ade kita itu (Kristianie Lumatalale) yang tertulis dalam beberapa media, terkait hasil tes nya itu nilainya memang bagus," ungkapnya kepada wartawan.

Dijelaskan, sebelumnya dia telah menginformasikan kepada para calon Paskibraka untuk menjalani MCU di Laboratorium Kesehatan Maluku dan RSU. Haulussy Ambon.

"Kita sudah jelaskan kepada mereka bahwa untuk berangkat ikut seleksi di Jakarta pada tanggal 9 sampai 13 Juni ini medical check up Labkes Karpan dan RS. Haulussy," jelasnya.

Lanjutnya, dari hasil pemeriksaan tersebut, tiga orang dinyatakan tidak memenuhi syarat. Sementara yang lolos hanya Muhamad Ariel Lestaluhu.

Baca juga: Dugaan Nepotisme Seleksi Paskibraka Nasional, Kandidat Gagal MCU Malah Berangkat Jakarta

Baca juga: Dugaan Kecurangan Seleksi Paskibraka Nasional, Wattimena Kecewa Anaknya Jadi Tumbal Nepotisme

Hasil itu langsung dikirim ke Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) selaku panitia seleksi pusat di Jakarta.

"Dari hasil pemeriksaan itu 3 orang bermasalah kesehatan mereka, hasil itu dikirim saat itu juga ke Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) di jakarta sebagai panitia pusat," imbuhnya.

Ia mengatakan, lantaran ketiga nama tidak memenuhi syarat MCU. Sehingga melalui koordinasi dengan BPIP maka Kesbangpol Maluku mengirim lagi 3 nama sebagai cadangan.

Yakni, Christin Wenno, Mazwal Ali Tawainela dan Arum Asih Lestari.

Selanjutnya, ketiga nama tersebut menjalani MCU sembari menunggu hasil dari BPIP.

"Arum Asih Lestari dan Mazwal Ali Tawainela memenuhi syarat, sementara Christin Wenno tidak mendapat rekomendasi dari BPIP," ujar Kepala Kesbangpol Maluku.

Sumber: Tribun Ambon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved