Bercerita Politik

Di Bawah Potret Tokoh Maluku, Febry Calvin Tetelepta Serap Aspirasi Pemuda dan Mahasiswa

Manuputty sendiri dikenal FCT adalah seorang pebisnis yang memiliki berbagai ide kreatif dan mampu berinovasi dalam menciptakan perubahan positif.

Penulis: Fandi Wattimena | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com/ Fandi Wattimena
Diskusi publik bertajuk ‘Bacarita dengan FCT tentang Maluku’ di Kafe Sibu Sibu, Rabu (15/5/2024) 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Fandi Wattimena

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Kedai Kopi Sibu-sibu di Jalan Said Perintah jadi lokasi pertemuan Febry Calvin Tetelepta (FCT) dengan para mahasiswa dan pemuda dari berbagai organisasi, Rabu (15/5/2024).

Bukan asal pilih tempat, kedai kopi yang berdiri sejak 2006 silam itu oleh pemiliknya dijadikan tempat ‘Bakudapa orang basudara’ pasca bencana sosial.

Persaudaran dan perdamaian jadi nilai yang mendasari Alm. Victor Manuputty membangun kafe berslogan 'Hail Buan Lansyik' itu.

Manuputty sendiri dikenal FCT adalah seorang pebisnis yang memiliki berbagai ide kreatif dan mampu berinovasi dalam menciptakan perubahan positif.

Tampak dalam dekorasi ruang yang dipenuhi puluhan potret tokoh Maluku, kemudian interior yang menyempurnakan tampilan Sibu Sibu.

“Ini bentuk dari entrepreneur yang luar biasa dari Sibu Sibu. Saya kenal almarhum ini orang yang cerdas yang berpikir maju,” cetus Deputi I Kepala Staf Kepresidenan itu di sela diskusi publik bertajuk ‘Bacarita dengan FCT tentang Maluku’  pada Rabu.

Pajangan pada salah satu sudut ruang Kafe Sibu-Sibu
Pajangan pada salah satu sudut ruang Kafe Sibu-Sibu (TribunAmbon.com/ Fandi Wattimena)

Entrepreneur itulah salah satu yang kemudian juga didorong kepada peserta diskusi publik.

Tentu dengan campur tangan pemerintah dengan memediasi infrastruktur pendukung dengan tujuan menghentaskan pengangguran.

“Setelah itu pemerintah daerah mendorong supaya aspek permodalan berjalan dengan baik, kemudian ada kebijakan pemerintah bahwa setiap ruang publik yang dikuasai pemerintah dan BUMN harus kasi slot 40 persen untuk UMKM,” jelasnya.

Baca juga: Febry Calvin Tetelepta: Pemerintahan Itu Sistem Bukan One Man Show

Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) hingga birokrasi yang kuat menjadi kebutuhan penting yang singkat diurainya.

Termasuk akses kesehatan hingga perhubungan antar pulau yang dinilainya belum menjawab kebutuhan masyarakat.

Beragam tanggapan pun meramaikan sore di Kafe Sibu Sibu; sejumlah persoalan pemanfaatan sumber daya alam yang belum optimal, masalah lingkungan hingga adat diutarakan peserta.

Oleh FCT dijawab lugas dan dicatat sebagai masukan dalam rencana pembangunan.

Apresiasi juga dukungan kepada FCT untuk melangkah pasti dalam kontestasi Pilkada 2024 juga disampaikan sejumlah aktivis.

“Semoga bapak terpilih,” cetus salah satu peserta diskusi. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved