Ambon Hari Ini
Dicemari Sampah Rumah Tangga, Warga Tak Lagi Pakai Air Sungai di Waiheru tuk Kebutuhan Sehari-hari
Hal ini disebutkan salah seorang warga Waeheru, Ongen, bahwa pada periode 2015 hingga 2018, sungai ini masih menjadi sumber air yang digunakan untuk m
Penulis: Maula Pelu | Editor: Adjeng Hatalea
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula Pelu
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Sungai di Waiheru, Kota Ambon yang sebelumnya merupakan kebutuhan utama bagi warga sekitar, kini menghadapi ancaman akibat limbah rumah tangga dari warga di dekat bantaran sungai.
Hal ini disebutkan salah seorang warga Waeheru, Ongen, bahwa pada periode 2015 hingga 2018, sungai ini masih menjadi sumber air yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti mandi, mencuci, dan penggunaan air bersih lainnya.
Bahkan, diketahui pada 2016 lalu, Kodam XVI Pattimura dan Balai Sungai Maluku juga menaruh perhatian khusus sepanjang sungai ini dengan menanam ribuan pohon.
"Waktu itu, kami mengandalkan sungai ini untuk memenuhi kebutuhan kami," ujar Ongen, Selasa (16/4/2024).

Dijelaskan, seiring berjalannya waktu, pembangunan semakin ramai di dekat aliran-aliran sungai.
Limbah rumah tangga juga dibuang langsung ke aliran sungai, sehingga warga enggan menggunakannya untuk keperluan sehari-hari mereka.
Baca juga: Pemdes Waiheru Bakal Berlakukan Sanksi Tegas bagi Warga yang Masih Buang Sampah di Sungai
"Sekitar 2019/2020 lalu, warga sudah enggan menggunakan air sungai. Sebab sungai telah menjadi tempat pembuangan sampah,"
Ia berharap, dengan situasi seperti ini, rumah-rumah di bantaran sungai harus terkontrol dengan pengelolaan limbahnya.
"Jika rumah-rumah di bantaran sungai tidak terkontrol, akan membahayakan air bersih bagi warga setempat kedepannya," jelasnnya.
Diketahui, bahwa sumber mata air ini adalah salah satu sumber mata air bagi warga Desa Waiheru, Kota Ambon. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.