Demo Nakes
Hari ke-2 Nakes RSUD Haulussy Mogok Kerja, Pasien Stroke dan Klinik Saraf Dialihakan ke RS Lain
Sementara untuk pasien penderita stroke maupun klinik saraf dialihkan ke rumah sakit lainnya atau Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama
Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Adjeng Hatalea
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Pelayanan umum di RSUD dr M. Haulussy Ambon hingga kini ditutup pasca aksi unjuk rasa yang dilakukan tenaga kesehatan pada Senin (18/12/2023).
Dokter Winnie Leiwakabessy Sp. PA mengatakan layanan obat wajib rutin seperti MDR untuk pasien tuberkulosis, ARV untuk pasien HIV/AIDS, dan obat hepatitis C masih dilayani.
Sementara untuk pasien penderita stroke maupun klinik saraf dialihkan ke rumah sakit lainnya atau Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) lainnya.
“Untuk pasien stroke kami, dialihkan dirujuk ke FKTP atau dikembalikan ke RS lain,” kata Dokter Winnie kepada wartawan lewat telepon, Selasa (19/12/2023).
Lanjutnya untuk pasien cuci darah atau hemodialisa (HD) tetap dibuka.
Sama halnya dengan kasus emergensi pasien HD rutin RSUD Dr. M. Haulussy. Pasien tetap bisa mendapat pelayanan emergensi di rumah sakit semisal jika terjadi sesak nafas di rumah.
Meski demikian pelayanan umum lainnya di rumah sakit termasuk emergensi IGD hingga poliklinik dan farmasi ditutup.
Lanjut dijelaskannya, pasca demonstrasi Direktur RSUD, Nazaruddin belum memberikan kepastian kapan pembayaran jasa nakes yang belum dibayar tiga tahun tersebut.
Mereka hanya mendapat undangan rapat bersama pukul 14.00 WIT di rumah sakit.
Meski begitu dirinya dan sejumlah dokter belum membuka isi undangan itu untuk memastikan materi rapat dan siapa saja yang akan hadir.
“Cuma ada rencana pertemuan jam 2. Pasti permasalahan jasa, tapi saya belum bunga,” tandasnya.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.