Ambon Hari Ini

Kekurangan Anggaran Tuk Akreditasi, Kejur Akuntansi Terpaksa Galang Dana dari Mahasiswa

Adapun penggalangan dana dilakukan melalui penjualan totebag senilai Rp. 50 ribu

Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Jenderal Louis
Dugaan pungli melalui penjualan Totebag Rp. 50 ribu. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kekurangan anggaran untuk proses akreditasi Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pattimura jadi alasan Ketua Jurusan Akuntansi tuk menggalang dana dari mahasiswa.

Adapun penggalangan dana dilakukan melalui penjualan totebag senilai Rp. 50 ribu.

Kebijakan tersebut ditempuh Dr. Jefry Gasperz demi menyelamatkan hidup dan matinya jurusan akuntansi.

"Akreditasi menentukan hidup dan mati dari jurusan atau program studi jadi kebijakan itu kita tempuh untuk menyelamatkan lembaga ini termasuk para mahasiswa," ungkapnya kepada TribunAmbon.com, Jumat (10/9/2023).

Pasalnya, dari anggaran yang dikucurkan tidak ada untuk pembuatan dokumen borang.

Dirinya merincikan anggaran yang cair hanya sebagai berikut :

  • Biaya pendaftaran akreditasi di Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi (LAMEMBA) senilai Rp. 5 juta.
  • Biaya pelaksanaan akreditasi senilai Rp. 53 juta.
  • Biaya assessment senilai Rp. 13 juta.

Menurutnya, kebijakan yang diambil agar jurusan bisa secepatnya mengerjakan dokumen borang sebelum jatuh tempo.

Baca juga: Difitnah Korupsi, Ketua Jurusan Akuntansi Bakal Proses Hukum

Dan Jurusan telah memasukan dokumen tersebut tepat pada masa jatuh tempo yakni tanggal 19 September 2023.

"Semata-mata pembuatan borang bisa berjalan dan kita bisa memenuhi kriteria dari Lamemba untuk kita mengupload dokumen borang yang jatuh temponya pada tanggal 19 September dan itu bisa kita tuntaskan pada tanggal 19 September dengan dua kali revisi. Sekarang dokumen sudah lengkap," paparnya.

"Itu semata-mata tujuan untuk kepentingan mahasiswa bukan bukan untuk kepentingan dosen atau kajur atau sekjur," tambahnya.

Selain itu, Gasperz juga tengah berupaya agar mahasiswa akuntansi bisa mendapatkan rekomendasi ujian, sehingga mereka terbebas dari pembayaran uang kuliah.

"Jurusan sementara berupaya untuk antrian yang sementara menunggu untuk ujian dan rekomendasinya sudah turun, itu akan diusahakan secepatnya untuk dilakukan ujian sarjana. Karena untuk mahasiswa mengikuti wisuda pada bulan depan itu sudah tidak mungkin, yang penting mahasiswa sudah ujian dulu dan tidak membayar lagi UKT. Itu yang sekarang lagi ditempuh oleh jurusan," tandasnya. (*) 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved