Info Daerah

12 Ribu Warga Maluku Tengah Menganggur, Rakib Sahubawa Kordinasi Pemerintah Pusat 

Berkaitan dengan itu, Sahubawa bersma sejumlah OPD terkait menyambangi Kementerian Tenaga Kerja

Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Lukman Mukaddar
Pertemuan antara Pemda Maluku Tengah bersama Sekjen Kemenaker, Profesor Dr. Anwar Sanusi di Kantornya, Selasa (24/10/2023). 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Lukman Mukaddar

MASOHI, TRIBUNAMBON.COM - Penjabat Bupati Maluku Tengah Rakib Sahubawa terus melakukan terobosan-terobosan baru guna membuka seluas-luasnya lapangan kerja bagi warganya.

Berkaitan dengan itu, Sahubawa bersama sejumlah OPD terkait menyambangi Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) dan diterima langsung oleh Sekjen Kemenaker, Profesor Dr. Anwar Sanusi di Kantornya, Selasa (24/10/2023). 

Dalam pertemuan itu, Sanusi didampingi Direktur Perluasan Kesempatan Kerja serta Jajaran lingkup Kemenaker. 

Dalam rilis yang diterima TribunAmbon.com, Sahubawa menjelaskan bahwa pertemuan itu guna mendorong sinergitas Pemerintah Daerah dengan Kemenaker RI. Terutama dalam menekan angka pengangguran di Kabupaten berjuluk Pamahanunussa itu. 

Kepada Sekjen, Sahubawa menjelaskan bahwa saat ini Maluku Tengah memiliki 18 kecamatan, 186 desa dan enam kelurahan, dengan jumlah penduduk sebanyak 427.050 jiwa. 

"Kemudian penduduk usia kerja sebanyak 274.704. Penduduk yang bekerja sebanyak 168.715 orang dengan tingkat pengangguran terbuka sebanyak 12.236 orang atau 6,76 persen," ungkap Sahubawa dalam pertemuan tersebut. 

Ia juga merincikan terdapat jumlah perusahan yang terdaftar di Maluku Tengah saat ini mencapai  457 perusahaan dengan serapan Tenaga Kerja (TK) sebanyak 10.544 orang.

"Berbagai upaya untuk membuka kesempatan kerja terus kita lakukan, antara lain melalui pelatihan ketenagakerjaan, padat karya, maupun mendorong pengembangan dan perluasan usaha dan investasi," jelasnya. 

Pemda kata Sahubawa, juga terus melakukan berbagai upaya untuk perlindungan TK. Baik melalui pengawasan dan pengendalian, maupun meningkatkan kepesertaan BPJS Kesehatan dan BPJS Tenaga Kerja melalui alokasi APBD Maluku Tengah.

"Saat ini Kami sangat mengharapkan dukungan Kementerian untuk perluasan kesempatan kerja dan penguatan kapasitas serta kesejahteraan Tenaga Kerja," imbuhnya.  

Secara konkrit dikatakan, perluasan kesempatan kerja dan penguatan kapasitas serta kesejahteraan tenaga kerja antara lain, penyiapan tenaga kerja dengan pelatihan pada LLK  Maluku Tengah atau pengiriman peserta pada BLK Provinsi Maluku di berbagai bidang. 

Kedua, perbaikan sarana dan prasarana pendukung LLK, ketiga peningkatan kapasitas instruktur, keempat padat karya Infrastruktur dan padat karya non infrastruktur di bidang Pertanian, Perkebunan, Peternakan dan Perikanan.

"Ke lima sosialisasi pendalaman dan penerapan berbagai peraturan Perundang Undangan di Bidang Hibungan Insdustrial serta Jamsostek," tandasnya.

Baca juga: Peringatan Dini Gelombang Tinggi Rabu, 25 Oktober 2023: Tinggi Gelombang 2,5 Meter di Perairan Ini!

Baca juga: Apa Kelemahan dan Keunggulan Public Hearing? Kunci Jawaban Sosiologi Kelas 11 SMA Halaman 176 177

Kunjungan Sahubawa yang didampingi sejumlah pimpinan OPD Maluku Tengah disambut baik. 

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved