Meti Kei

Ada Tradisi Bameti Bersama di FPMK, Ratusan Masyarakat Padati Ohoi Disuk

Tba Tamet atau Bameti dalam sebutan lokal Maluku merupakan kegiatan menangkap ikan yang terperangkap di karang saat air laut surut.

Penulis: Megarivera Renyaan | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Megarivera Renyaan
Hasil tangkapan warga saat Tba Tamet, Senin (16/10/2023). 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Megarivera Renyaan

MALRA, TRIBUNAMBON.COM - Memasuki hari ke-5 gelaran Pesona Meti Kei 2023, ratusan masyarakat padati Ohoi (Desa) Disuk, Kecamatan Kei Kecil Timur, Kabupaten Maluku Tenggara, Senin (16/10/2023) untuk menyaksikan tradisi Tba Tamet.

Tba Tamet atau Bameti dalam sebutan lokal Maluku merupakan kegiatan menangkap ikan yang terperangkap di karang saat air laut surut.

Biasanya, ikan ditangkap dengan cara ditumbak dan juga dipanah.

Pantauan TribunAmbon.com sekitar pukul 11:46 WIT di lokasi, terlihat ratusan orang memadati tempat kegiatan yang dipasang tenant putih.

Tak hanya orang dewasa, remaja dan anak-anak juga bersuka ria menangkap ikan.

Baca juga: Gerakan Pangan Murah di Ambon, Harganya di Bawah Harga Pasar

Area bameti cukup luas lantaran pasang mencapai hampir 1 kilometer dari bibir pantai, memungkinkan ratusan orang beradu banyak tangkapan. 

Ikan bubara, baronang dan jenis ikan karang berhasil dibawa pulang warga dari tradisi tersebut.

"Ini merupakan cara penangkapan ikan tradisional yang hendak kami kenalkan kepada masyarakat luas," ucap Abas Renwarin kepada TribunAmbon.com, Senin (16/10/2022).

Menurutnya, Tba Tamet sangat ditunggu warga lokal, karena selain berburu ikan, tradisi itu juga menjadi sarana liburan sekaligus silaturahmi.

"Selain itu tradisi ini untuk mempererat hubungan kekerabatan antar sesama di tanat evav," tutupnya. (*) 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved