Anak Dewan Aniaya Remaja
Pasca Anak Ketua DPRD Ambon Diduga Pukul Korban Hingga Tewas, Keluarga Langsung Seruduk Mapolres
Dikonfirmasi kejadian tersebut, Kasat Reskrim Polresta Pulau Ambon, Kompol Beny mengatakan, kedatangan mereka untuk memastikan apakah pelaku (AT) tela
Penulis: Ode Alfin Risanto | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Alfin Risanto
AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Pasca mendengar kabar korban pemukulan oleh anak Ketua DPRD Ambon meninggal dunia, keluarga dan kerabat korban langsung mendatangi markas Polresta Ambon, Minggu (30/7/2023) malam.
Dikonfirmasi kejadian tersebut, Kasat Reskrim Polresta Pulau Ambon, Kompol Beny mengatakan, kedatangan mereka untuk memastikan apakah pelaku (AT) telah ditahan atau belum.
"Memang benar semalam keluarga korban sempat datang di Mapolresta Pulau Ambon, namun sudah ditangani dan beri pemahaman kepada mereka dan sudah aman," kat Kompol Beny Kepada TribunAmbon.com, Senin (31/7/2023).
Lanjutnya, setelah keluarga dan kerabat korban diberikan pengarahan, mereka kemudian pulang.
Sementara itu, pelaku telah ditahan di Rutan Mapolresta Ambon.
"AT merupakan anak kandung dari Ketua DPRD Kota Ambon dan tadi malam Pelaku kita sudah tahan dan sementara berada di Rutan Polresta Pulau Ambon saat ini untuk penyelidikan lebih lanjut," ucap Kompol Beni.
Diberitakan, Anak Ketua DPRD Kota Ambon berinisial AT (25) menganiaya remaja hingga tewas gegara tak menegurnya saat masuk kompleks.
Baca juga: Anak Ketua DPRD Ambon Diduga Pukul Remaja hingga Tewas, Gegara Tak Tegur Saat Masuk Kompleks
Korbannya adalah seorang pelajar berinisial RRS (15).
Ps Kasi Humas Polresta Pulau Ambon Ipda Janete Luhukay mengatakan peristiwa penganiayaan itu terjadi di kawasan Talake tepatnya di Asrama Polisi Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Minggu (30/7/2023) sekitar pukul 21.00 WIT.
Kejadian itu bermula saat korban dan temannya MFS (16) pergi ke rumah saudaranya di kawasan Talake untuk mengembalikan jaket.
Namun saat keduanya memasuki Gapura Lorong Masjid Talake, ternyata keduanya hampir bersenggolang dengan pelaku.
"Dalam perjalan keduanya ke arah rumah saudara ternyata pelaku AT mengikuti mereka. Lalu tiba-tiba pelaku datang dan memukul korban sebanyak tiga kali," ucap Janete dalam keterangan tertulisnya (31/7/2023).
Korban katanya dipukul saat masih menggunakan helm.
Hal itu membuat korban langsung pingsan di tempat.
Korban lantas di bawah ke Rumah sakit RST Ambon untuk dapat perawatan medis, Namun tak berapa lama korban menghembuskan terakhir.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.