Info Daerah
Mayat di Perairan Kasieh Ternyata Nelayan Asal Fak-fak
Ternyata, mayat atas nama La Amir dengan empat rekan lain merupakan nelayan yang berangkat langsung dari
Penulis: Rahmat Tutupoho | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Rahmat Tutupoho
PIRU, TRIBUNAMBON.COM - Akhirnya persoalan mayat tanpa identitas yang mengapung di perairan Desa Kasieh, Taniwel, Seram Bagian Barat (SBB) kini terjawab.
Ternyata, mayat atas nama La Amir dengan empat rekan lain merupakan nelayan yang berangkat langsung dari Fak-fak untuk mencari ikan di perairan laut Seram pada (13/6) lalu.
"Usai mendapat keterangan pihak keluarga, ternyata mayat itu nelayan dari Fak-fak," kata Kasubsi Penmas SBB, Ipda Edwin Mangare kepada TribunAmbon.com, Selasa (27/6/2023).
Terangnya, kelima orang yang keluar menggunakan kapal kayu itu hilang kontak sekitar pukul 18.00 WIT pada (14/6).
Baca juga: Jalan Kurang Layak di SBB, Komisi II Bakal Koordinasi dengan Kementerian dan Balai
Baca juga: Sampah Menumpuk di Jalanan Kawasan Passo: Tak Terangkut
Ia mengungkap, empat orang lainnya diketahui bernama La Upa (Kapten Kapal) serta kru kapal yakni La Pino, La Ada, dan Yapi.
"4 orang belum ditemukan. Yakni kapten kapal atas nama La Upa dan kru yakni La Pino, La Ada, serta Yapi. Mereka hilang kontak dari tanggal 14 Juni," pungkasnya.
Diberitakan, usai dievakuasi, mayat dilarikan ke Puskesmas Taniwel untuk diidentifikasi, soalnya jari-jari sudah terkelupas makanya tidak diketahui secara pasti.
"Usai dievakuasi, keseluruhan jari-jari terkelupas, tidak bisa diidentifikasi. Makanya, sekarang mayat berada di RSUD Piru untuk diidentifikasi," ucap Mangare.
Selain itu, mayat ditemukan tak jauh dari sebuah kapal kayu dengan tiga mesin penggerak tanpa penutup.
"Ternyata, mayat ditemukan tak jauh dari kapal kayu tanpa penutup yang menggunakan tiga mesin penggerak," tandasnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.