Polemik Pasar Mardika
Siapa Penagih Retribusi Sampah di Pasar Mardika Ambon? Ini Jawaban Pedagang
Salah satu diantaranya yakni pedagang ikan, Iwan yang mengaku hingga saat ini dirinya masih kerap ditagih retribusi sampah.
Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Sejumlah pedagang di Pasar Mardika Ambon mengaku sering ditagih retribusi kebersihan.
Meski begitu, banyak dari mereka yang tak tahu dari pihak mana yang kerap menagih retribusi sampah itu.
Salah satu diantaranya yakni pedagang ikan, Iwan yang mengaku hingga saat ini dirinya masih kerap ditagih retribusi sampah.
Namun ia mengaku tak tahu dari pihak mana yang menagih retribusi sampah itu.
“Dari tahun 2003 sampai sekarang itu kita masih bayar retribusi sampah dengan harga sekarang Rp 3 ribu dan kita tidak tahu dari mana yang tagih tapi katanya itu dari pengelola pasar bukan pemerintah,” kata Iwan kepada TribunAmbon.com, Selasa (20/6/2023).
Pedagang lainnya, Sulaiman juga mengatakan hal serupa.
Namun untuk saat ini, ia mengaku penagihan sementara dihentikan sampai dengan Senin nanti baru dilanjutkan.
Baca juga: PT. BPT Bantah Koordinir Preman Peras Pedagang Pasar Mardika Ambon
Baca juga: Tagih Retribusi Ilegal, Laturiuw Minta Pemkot Ambon Usut Tuntas Oknum Preman Pasar
“Dulu bayar Rp3 ribu tapi sekarang katanya mau naik Rp 5 ribu dari Pemkot yang diberlakukan Senin nanti. Nah, kalau sebelumnya itu tidak tahu bayar ke siapa,” ungkap Sulaiman.
Meski begitu, pedagang lainnya, Aca malah mengaku sudah sejak lama ia membayar retribusi sampah bukan Rp 3 ribu tapi Rp 5 ribu.
Ia juga tak tahu dari pihak mana yang menagih.
“Dulu itu ada tagihan Rp 5 ribu, yang tagih itu tidak tahu dari mana karena kita cuma tahu bayar saja. Dulu itu Rp 3 ribu lalu naik Rp 5 ribu,” tutur Aca.
Sementara itu, salah satu pedagang buah, Hasmida mengaku sering membayar retribusi sampah kepada Pemkot Ambon dengan tarif Rp 3 ribu.
“Kita bayar Rp 3 ribu itu dari Kota Madya (Pemkot Ambon) yang tagih sudah 10 tahun lebih,” tandasnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.